DAAN MOGOT, PEMUDA GIGIH PEJUANG INDONESIA

Daan Mogot, salah satu contoh pemuda yang dapat diteladani kisah perjuangannya demi tanah air Indonesia

REVIEW NOVEL HUJAN

Novel terbaru karangan Tere Liye berjudul Hujan yang menceritakan kehidupan seorang gadis bernama Lail, salah satu korban selamat dari bencana gunung meletus skala 8 VEI.

AYAT-AYAT CINTA 2

Sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazy, merupakan lanjutan dari Ayat-Ayat Cinta 1 yang mengkisahkan hidup seorang muslim Indonesia bernama Fahri.

REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU

Sebuah review novel karya Tere Liye. Novel yang mengisahkan jawaban atas pertanyaan berkecamuk milik Ray atas apa yang ia peroleh sepanjang hidupnya.

FT : SUNDERLAND VS MU 2-1

Bertandang ke Stadium of Light, MU justru kembali tersungkur. Perjalanan menembus empat besar pun kian sulit.

DILAN

Sebuah novel karya Pidi Baiq yang mengangkat kisah percintaan anak SMA. Ceritanya ringan dan menggemaskan.

FT : CHELSEA vs MU 1-1

Bertandang ke Stamford Bridge, MU harus puas berbagi angka. Sempat unggul melalui gol Jesse Lingard, gol Diego Costa pada menit ke-90 memupus harapan MU untuk membawa pulang poin penuh.

NEGERI DI UJUNG TANDUK

Sebuah review Novel karya Tere Liye : Negeri di Ujung Tanduk

Tampilkan postingan dengan label Manchester United. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manchester United. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Februari 2016

FT : MU vs ARSENAL 3-2


Glory Glory Man. United ! Matchday 27 Liga Inggris mempertemukan Big Match MU vs Arsenal yang berlangsung di Old Trafford. Pada pertemuan pertama di Emirates, Arsenal sukses menggulung MU dengan skor cukup meyakinkan, 3-0. MU pun ingin membalas kekalahan tersebut guna menjaga peluang untuk bisa masuk ke posisi empat besar. Di sisi  lain, Arsenal juga tak ingin mengalah karena ingin terus menempel Leicester City yang saat ini bertengger di puncak klasemen, unggul lima poin atas Arsenal.

Cederanya beberapa pemain pilar seperti Wayne Rooney, Anthony Martial, Fellaini, Smalling dan Schweinsteiger, menuntut MU harus memasukkan beberapa pemain muda untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh mereka. Pemain muda yang beruntung dan mendapat kesempatan untuk menjadi starting line-up pada pertandingan ini adalah Guillermo Varela dan Marcus Rashford. Rashford yang saat ini berusia 18 tahun, tengah menjadi sorotan tatkala sukses mencetak dua gol pada laga debutnya di Liga Eropa saat melawan Mijtyland FC pada ajang Liga Eropa. Pertandingan melawan Arsenal ini, menjadi debutnya di Liga Inggris. Pemain muda lainnya yang juga menghiasi bangku cadangan MU adalah Riley, Fosu-Mensah, dan James Weir. Pasangan pemain belakang MU pun terbilang cukup unik dengan menduetkan Michael Carrick dan Daley Blind.


Pada awal babak pertama, Arsenal langsung memberikan tekanan saat Monreal sukses melepaskan tendangan membahayakan yang masih mampu diselamatkan oleh De Gea. Dibalik peluang Monreal tersebut, berawal dari Mesut Ozil yang akhir-akhir ini bermain gemilang dengan menciptakan banyak assist untuk kawan-kawannya. Peluang terbaik MU hadir saat free kick Memphis Depay masih jatuh tepat di pelukan Petr Cech. Pada menit ke-29, MU sukses unggul melalui gol yang dicetak oleh Marcus Rashford. Berawal dari tusukan di sisi kanan, Varela yang melakukan overlap memberikan crossing mendatar dan menciptakan sebuah kemelut di depan gawang Petr Cech. Rashford yang dalam posisi bebas tanpa kesulitan menaklukkan Petr Cech. Tiga menit berselang, Rashford kembali mencetak gol, kali ini melalui kepalanya memanfaatkan assist Jesse Lingard. Arsenal sukses memperkecil kedudukan melalui eks pemain MU, Danny Wellbeck, yang sukses memanfaatkan assist Mesut Ozil melalui free kick. Babak pertama berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan MU. Pertandingan babak pertama terlihat cukup menarik dengan kedua tim silih berganti melakukan serangan. Untuk Arsenal, tampak kesulitan untuk mengembangkan permainan, terutama saat masuk ke sepertiga daerah pertahanan MU.


Memasuki babak kedua, tensi pertandingan tetap tinggi dengan agresifitas kedua tim. MU sukses mencetak gol ketiga melalui Ander Herrera. Marcus Rashford kembali memegang peranan penting dalam lahirnya gol ini. Berawal dari serangan balik, Rashford yang berlari di sisi kanan mengecoh perhatian para pemain belakang Arsenal dan memberikan assist untuk Ander Herrera yang berdiri bebas di depan kotak penalty Arsenal. Herrera melepaskan tendangan dan sempat membentur badan Laurent Koscielny sehingga bolanya sedikit berubah arah dan mengecoh Petr Cech. Skor 3-1 untuk MU. Empat menit berselang, Arsenal kembali memperkecil kedudukan melalui gol Mesut Ozil. Bola liar tendangan Wellbeck yang sukses diselamatkan De Gea, langsung disambut tendangan keras Ozil ke sudut yang tak lagi mampu diamankan oleh De Gea. 


Situasi pertandingan sempat memanas saat Ramsey dan Herrera terlibat duel. Hukuman kartu kuning pun dijatuhkan untuk keduanya. Pemandangan menarik juga terlihat di sisi lapangan saat Van Gaal melakukan sebuah aksi yang cukup menggelitik. Sepertinya dia seolah ingin menunjukkan ketidakpuasannya terhadap keputusan wasit. Padahal, seperti yang kita ketahui, Van Gaal sangat jarang berdiri di pinggir lapangan. Pada pertandingan ini Van Gaal juga memberi kesempatan bermain kepada pemain muda lainnya, yakni Fosu-Mensah yang menggantikan Rojo serta Weir yang menggantikan Herrera. Bagi keduanya, ini merupakan laga debut. Hingga pertandingan berakhir, MU sukses mempertahankan keunggulan dengan skor akhir 3-2. 

Hasil ini membuat MU masih bertahan di posisi lima dengan koleksi 44 poin tertinggal 3 poin atas Man. City yang pada pekan ini tidak bertanding karena menjalani laga Final Capital One Cup melawan Liverpool. Sementara bagi Arsenal, kekalahan ini membuat posisinya turun ke posisi tiga, tergeser oleh Tottenham yang sukses meraih kemenangan atas Swansea. Kemenangan ini pun dapat menjadi suntikan moral bagi para pemain MU, terutama para pemain muda MU. Man of The Match patut disandangkan oleh Rashford yang tampil gemilang dengan mencetak dua gol dan satu assist. Rashford pun menyamai pencapaian pemain MU sebelumnya, yakni Ruud Van Nistelrooy dan James Wilson yang sukses mencetak dua gol dalam laga debut di Liga Inggris. Keep Glory Glory Man. United!

Source Picture :
Twitter : @ManUtd; @ManUtd_ID; @indomanutd; @UtdIndonesia; UtdIndonesiaJKT

Sabtu, 13 Februari 2016

TERSUNGKUR LAGI, MU KIAN SULIT TEMBUS EMPAT BESAR


Glory Glory Man. United ! Pekan ini Liga Primer Inggris telah memasuki matchday 26 dan MU akan melakoni pertandingan tandang melawan Sunderland di Stadium of Light. Saat ini posisi MU masih tertahan di posisi lima dengan koleksi 41 poin, terpaut lima poin dari Man. City di posisi empat. Perlu diketahui bahwa empat tim teratas di klasemen Liga Inggris akan saling berhadapan pekan ini, yakni Man. City berhadapan dengan Tottenham Hotspurs di Etihad Stadium serta Arsenal yang menjamu sang pemuncak klasemen saat ini, Leicester City di Emirates. Hasil pertandingan tersebut dipastikan akan semakin membuat persaingan di papan atas kian panas.

Louis Van Gaal tidak terlalu banyak melakukan perubahan pada starting line-up. Fellaini yang dalam dua pertandingan sebelumnya diturunkan sejak menit pertama, kali ini tidak terlihat bahkan di daftar nama bangku cadangan pun tidak tercantum namanya. Michael Carrick mengisi pos yang ditinggalkan Fellaini, bahu membahu bersama Morgan Schneiderlin di lini tengah. Rooney, Martial, Mata dan Lingard masih menjadi pilihan utama sebagai barisan penggedor.


Babak pertama baru berjalan 3 menit, Sunderland sukses membuat kejutan dengan mencetak gol melalui free kick cantik Khazri. De Gea yang salah membaca pergerakan bola, terlambat mengantisipasi dan harus rela gawangnya terbobol di menit awal. MU pun tertinggal 1-0. Sunderland terus menekan dan hampir menambah gol andai Defoe mampu memanfaatkan kemelut di depan gawang De Gea beberapa menit pasca gol pertama terjadi. Pergerakan Khazri dan Defoe di awal pertandingan ini cukup membahayakan lini pertahanan MU. Sebuah kejutan terjadi saat Van Gaal memasukkan pemain muda, yakni Donald Love menggantikan Darmian yang mengalami cedera. Donald Love pun mencatatkan debutnya pada laga ini dengan mengenakan kostum bernomor punggung 37. Usianya saat ini 21 tahun. Memasuki menit 39, Martial sukses membawa MU menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan bola rebound sepakan Juan Mata yang sebelumnya diselamatkan oleh Mannone. Melalui sudut sempit, Martial melakukan chip cantik dan gol penyama kedudukan pun tercipta. Hingga babak pertama usai, skor masih 1-1.


Memasuki babak kedua, tuan rumah masih bermain agresif dan pergerakan Khazri pada laga ini patut diacungi jempol. De Gea melakukan penyelamatan gemilang saat menepis sepakan M'Vila. Beberapa menit kemudian, free kick Khazri hampir saja berbuah gol lagi, namun kali ini De Gea mampu melakukan sebuah penyelamatan gemilang. Malapetaka pun hadir saat Sunderland sukses unggul kembali, tepatnya di menit 82. Berawal dari sepak pojok, tandukan Kone gagal diantisipasi dengan sempurna oleh De Gea dan justru bergulir ke gawang sendiri. Memphis Depay sempat menciptakan peluang namun tendangannya masih mampu diselamatkan oleh Mannone. Hingga pertandingan usai pun MU tak mampu mencetak gol sehingga harus rela pulang dengan tangan hampa.

Donald Love, 21 Tahun, Melakoni Laga Debut di Pertandingan Ini

Hasil negatif ini kian mempersulit langkah MU untuk masuk dalam jajaran empat besar dan bukan tidak mungkin posisi MU akan tergeser oleh West Ham United andaikan mereka sukses membungkan Norwich City pada matchday ini. Tak dapat dipungkiri, Van Gaal akan semakin dihujani kritik. Tengah pekan ini MU akan  menghadapi Midtjylland pada babak 32 besar Liga Eropa dan akhir pekan akan menjamu Shrewsburry pada laga piala FA. Pekan selanjutnya, laga berat telah menanti MU saat menjamu Arsenal di Old Trafford dalam lanjutan Liga Inggris. Keep Glory Glory Man. United!

Source Picture :
Twitter : @ManUtd; @ManUtd_ID; @indomanutd; @UtdIndonesia; UtdIndonesiaJKT

Senin, 08 Februari 2016

BERMAIN IMBANG, MU GAGAL TIPISKAN JARAK DENGAN EMPAT BESAR



Glory Glory Man. United! Libur panjang akhir pekan ini semakin lengkap dengan Big Match matchday 25 Liga Inggris antara Chelsea vs Man. United yang akan berlangsung di Stamford Bridge. Dapat dikatakan kedua tim ini sedang sakit, yakni Chelsea yang masih berkutat di papan menengah ke bawah, serta Man. United yang inkonsisten dengan performanya hingga terlempar ke posisi lima. Jika ingin memperbaiki posisi di klasemen, maka poin penuh menjadi hasil wajib bagi kedua tim. Duel ini juga menjadi ajang pembuktian antara Thibaut Courtois (Chelsea) dan David de Gea (Man.United) guna membuktikan diri siapa yang lebih baik di dataran Britania Raya.


Susunan pemain Man. United tidak terlalu banyak perubahan. Penampilan apik Cameron Borthwick-Jackson pada posisi bek kiri, membuatnya kembali mengisi starting line-up. Trio penyerang Man. United yang sempat menggila saat melawan Stoke City, juga diturunkan, yakni Wayne Rooney, Anthony Martial dan Jesse Lingard. Ajang reuni juga bagi Juan Mata mengingat beberapa waktu lalu ia masih berseragam biru milik Chelsea. 

Pada awal babak pertama, Man. United lebih mendominasi permainan dan sukses membuat Thibaut Courtois kalang kabut. Tendangan Martial dari sisi kiri pun gagal membuahkan gol akibat diselamatkan oleh Courtois. Sundulan Fellaini pun masih melebar tipis hasil dari sepak pojok. Crossing mendatar yang cukup cantik dari Darmian pun gagal diselesaikan dengan baik oleh para penyerang MU. Chelsea yang tertekan, perlahan bangkit menjelang babak pertama usai. Beberapa peluang emas tercipta dan David de Gea tampil prima dengan melakukan beberapa penyelamatan penting. Sepakan John Terry di penghujung babak pertama sempat mengenai siku dari Daley Blind, namun wasit tak bergeming untuk menunjuk titik putih. Babak pertama pun berakhir dengan skor 0-0.



Babak kedua berjalan, MU masih memegang kendali permainan. Martial dan Rooney beberapa kali melakukan silih berganti mengancam gawang Chelsea dan Courtouis lagi-lagi sigap menyelamatkan gawangnya. Bencana bagi Chelsea saat, Kurt Zouma harus ditandu keluar pertandingan akibat mengalami masalah pada kakinya pasca salah posisi akibat terjatuh. Posisinya diganti oleh Gary Cahill. Tidak lama setelah itu tepatnya pada menit 61, MU sukses mencetak gol melalui Jesse Lingard. Berawal dari crossing Borthwick-Jackson di sisi kiri, Jesse Lingard mengontrol bola cukup baik dan langsung melesakkan tendangan spektakuler ke sudut gawang yang gagal dijangkau oleh Courtois. Alur pertandingan pun berubah, Chelsea yang ngotot untuk mencetak gol cenderung mendominasi pertandingan dan MU justru lebih bertahan. Cesc Fabregas sempat mengancam dari sisi kanan serta first time Ivanovic masih belum mampu menaklukan tangguhnya David de Gea di bawah mistar gawang. Beberapa kali pergerakan Edin Hazard dan Diego Costa pun juga cukup berbahaya. Pada penghujung pertandingan, lini belakang MU lengah saat melepaskan kawalan terhadap Diego Costa. Borthwick Jackson yang sedikit terlambat maju ke depan sehingga Costa lolos dari jebakan offside serta Smalling dan Blind yang tak melihat pergerakan Costa, berakibat fatal atas lahirnya gol Chelsea. Costa yang tinggal berhadapan dengan De Gea tak menemui kesulitan berarti. Skor pun berubah menjadi 1-1. Rooney sempat membuka asa saat, namun tendangannya masih melambung di atas gawang Chelsea. Pertandingan pun berakhir dengan skor 1-1.



Hasil ini pun membuat MU tertahan di posisi lima klasemen tertinggal 12 poin dari Leicester City yang kini duduk di posisi teratas serta tertinggal enam poin dari Man. City yang posisinya juga merosot pekan ini akibat takluk ditangan Leicester City di Etihad Stadium. Chelsea juga masih tertahan di posisi 13 klasemen. Persaingan di papan atas Liga Primer memang semakin sengit, bahkan Tottenham Hotspur kini bertengger di posisi kedua klasemen berkat tren positif performanya sejauh ini. Penampilan Tottenham akan kembali diuji saat melawan Man. City pekan depan. Leicester pun juga harus menghadapi laga berat dengan bertandang ke Emirates Stadium melawan Arsenal. MU relatif menghadapi laga yang lebih ringan saat bertandang ke Stadium of Ligth melawan Sunderland. Target realistis saat ini adalah mengembalikan MU ke posisi empat besar. Keep Glory Glory Man. United!

Source Picture :
Twitter : @ManUtd; @ManUtd_ID; @indomanutd; @UtdIndonesia; UtdIndonesiaJKT



Minggu, 24 Januari 2016

KALAH ATAS SOUTHAMPTON, MU GAGAL LANJUTKAN TREN POSITIF



Glory Glory Man. United! Liga Inggris kembali hadir pada akhir pekan ini dan telah memasuki Matchday 23. Pekan ini, Man. United akan bertanding di Old Trafford dan akan menjamu Southampton. Saat ini MU berada di posisi lima dengan koleksi 37 poin, tertinggal dua poin dari Tottenham Hotspurs di posisi empat. Dapat dikatakan, moral para pemain MU saat ini sedang bagus seiring hasil positif yang mereka raih di awal 2016. Terutama bagi sang kapten, yang sukses membuka kran golnya dengan selalu mencetak gol dalam empat pertandingan terakhir. Dan apabila pada pertandingan nanti ia mencetak gol lagi, maka ia dapat memperpanjang tren positifnya.


Secara komposisi pemain, tidak terlalu banyak perubahan. Januzaj yang pada pertengahan musim lalu dipinjamkan ke Borussia Dortmund, pada pertandingan ini sudah berada di bangku cadangan. Schweisnteiger masih belum bisa dimainkan lantaran belum fit 100% pasca cedera yang dialaminya, sebaliknya Scneiderlin sudah siap untuk tampil sejak menit pertama.


Babak Pertama
Babak pertama berjalan cukup menarik. Southampton mampu mengimbangi permainan MU dengan melakukan possesion yang cukup baik dan tidak terburu-buru untuk menyerang. Beberapa kali, serangannya cukup mengancam gawang De Gea, salah satunya melalui Shane Long namun sayangnya ia gagal mengontrol bola dengan baik sehingga dengan mudah diselamatkan oleh De Gea. MU tampak masih kesulitan untuk masuk ke daerah kotak penalty lawan. Beberapa percobaan shoot oleh Wayne Rooney masih belum menemui sasaran. Daley Blind yang mencoba melakukan tembakan dari luar kotak pun masih terlalu mudah untuk diselamatkan pejaga gawang Southampton, Fraser Foster.


Babak Kedua
Masuknya Juan Mata menggantikan Fellaini, serangan MU menjadi lebih efektif. Kurang lebih pada 10 menit awal babak kedua, MU mampu mendominasi pertandingan dan menciptakan beberapa peluang. Namun dari peluang yang tercipta, belum ada yang benar-benar mengancam gawang Southampton dan cenderung masih off target. Southampton yang bermain disiplin, sesekali sempat mengancam gawang De Gea melalui serangan. Salah satunya saat sundulan Shane Long masih melambung di atas mistar. Malapetaka hadir pada menit ke-87, saat Southampton sukses mencetak gol melalui pemain anyar mereka, Charlie Austin. Berawal dari free-kick, sundulan pemain yang baru saja ditransfer dari QPR ini tak mampu dihalau oleh De Gea. MU pun tertinggal 0-1. Demi mengejar ketertinggalan, Januzaj masuk menggantikan Borthwick-Jackson. Alih-alih menyamakan kedudukan, MU justru hampir kecolongan lagi saat Romeu memanfaatkan kelengahan lini belakang MU. Beruntung, De Gea masih mampu menjaga gawangnya dari kebobolan. Pada detik-detik terakhir, Fans MU nyaris saja bersorak andai kata tendangan Januzaj tak melebar di sisi gawang Southampton. Hingga peluit akhir, MU gagal mencetak gol dan harus rela menelan kekalahan. 

Hasil ini sungguh sangat mengecewakan. Momentum positif yang sudah tercipta di awal 2016 pun ternoda dengan hasil pahit ini. Posisi MU di klasemen pun semakin tertinggal oleh tim di atasnya, seperti Tottenham Hotspurs yang kini unggul lima poin berkat kemenangan 3-1 atas Crystal Palace. Leicester City pun tak mau kalah dan untuk sementara berada di puncak klasemen pasca menaklukkan Stoke City 3-0, unggul sepuluh poin atas MU. Apabila ingin tetap melatih di MU, Van Gaal benar-benar harus segera membereskan cara bermain MU. Sangat terlihat bahwa permainan MU minim kreativitas, bahkan pada saat menang melawan Liverpool pekan lalu. Hal ini pun dipertegas dengan statistik pertandingan yang memperlihatkan shoot on target MU sangat minim. Keep Glory Glory Man. United!

Source Picture :
Twitter : @ManUtd; @ManUtd_ID; @indomanutd; @UtdIndonesia; UtdIndonesiaJKT

Minggu, 17 Januari 2016

CETAK GOL LAGI, ROONEY BAWA MU MERAIH KEMENANGAN


Glory Glory Man. United! Pekan ini merupakan pekan yang luar biasa mengingat MU akan menjalani laga Big Match, yakni kontra Liverpool di Anfield. Pertemuan keduanya selalu menyajikan laga penuh gengsi sebagai dua tim tersukses di Inggris. Laga The Reds (Liverpool) vs The Red Devils (Man. United) akan mempertemukan Van Gaal dan Klop untuk pertama kalinya di ajang Liga Inggris. Keduanya diyakini bakal tampil ngotot untuk meraih kemenangan guna memperbaiki posisi di klasemen. Sebelum pertandingan ini, Liverpool berada di posisi sembilan dengan 31 poin, sementara MU berada di posisi lima unggul tiga poin di atas Liverpool. 

Untuk starting line-up, tidak terlalu banyak perubahan. Rooney yang pada awal tahun ini sudah mulai membuka kran golnya, diharapkan akan kembali mencetak gol pada laga ini. Untuk lini tengah, Schneiderlin dan Herrera akan saling bahu membahu untuk mengirim bola kepada Martial, Lingard dan Rooney di depan. Fellaini juga diturunkan sebagai pengrusak irama permainan lawan.



Babak Pertama
Di awal pertandingan, tempo pertandingan berjalan cukup lambat. Perlahan namun pasti, Liverpool yang bertindak sebagai tuan rumah mampu menciptakan beberapa peluang emas. Melalui umpan-umpan panjang, Liverpool sempat mengancam melalui Firminho dan Milner, namun tendangannya masih belum menemui sasaran. Pemain-pemain Liverpool terkesan agak terburu-buru dalam menyelesaikan peluang dan lebih sering melakukannya dari luar kotak penalty. Sementara MU, hanya sedikit melakukan tendangan ke arah gawang, terhitung hanya dua kali tendangan, namun tak tepat sasaran. Skor bertahan 0-0.



Babak Kedua
Babak kedua berjalan, Liverpool masih tetap agresif. Tempo pertandingan mulai meningkat saat Liverpool mulai sering memberikan ancaman bagi gawang De Gea. Firminho, Henderson, Lallana, dan Milner silih berganti mengancam gawang MU. Penampilan ciamik pun ditunjukkan oleh De Gea saat beberapa kali menyelamatkan gawang MU. Peluang terbaik MU hadir melalui Martial, namun tendangannya masih melebar tipis di sisi gawang Mignolet. Di saat belum ada satupun shoot on target bagi MU, shoot on target pertama langsung berbuah gol melalui Wayne Rooney di menit ke-78. Rooney memanfaatkan bola liar di mulut gawang Mignolet pasca sepak pojok. Ini merupakan kesalahan para pemain bertahan Liverpool yang justru lebih tertarik mengawal Fellaini sehingga memberikan keleluasaan bagi Rooney untuk bergerak dan alhasil gol pun tercipta bagi MU. Situasi pun berbalik menjadi kerugian bagi Liverpool, padahal sebelumnya mereka sangat dominan di pertandingan ini. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor bertahan 0-1 untuk keunggulan MU. 


Hasil yang cukup memuaskan, apalagi menang dari rival yang cukup kuat seperti Liverpool. Secara permainan, memang penampilan MU masih kurang memuaskan. Beruntung satu-satunya shoot on target bagi MU berbuah gol. Penampilan David de Gea patut diacungi jempol pada pertandingan ini atas aksinya yang beberapa kali sukses menahan gempuran para punggawa Liverpool. Another Clean Sheet for him. Wayne Rooney pun melanjutkan tren positifnya dengan selalu mencetak gol dalam empat pertandingan terakhir. Selain itu, gol Wayne Rooney tersebut merupakan gol ke-100 MU di Anfield. Hasil ini membuat MU tetap di posisi lima dengan koleksi 37 poin sekaligus menjaga jarak dengan Tottenham Hotspur yang berselisih dua poin di posisi empat. Keep Glory Glory Man. United!

Minggu, 03 Januari 2016

MU AKHIRI PACEKLIK KEMENANGAN PASCA TAKLUKKAN SWANSEA


Glory Glory Man. United! Happy New Years everybody, selamat tahun baru 2016. Semoga di tahun yang baru ini kita semua senantiasa semakin menjadi pribadi yang semakin baik dan bermanfaat. Bagi para fans MU, tampaknya awal tahun ini cukup menyenangkan mengingat tim kesayangannya sukses memetik kemenangan atas Swansea City dengan skor 2-1. Sebuah hasil yang sukses memutus paceklik kemenangan selama bulan Desember 2015. Louis Van Gaal pun dapat bernapas sedikit lega seiring memanasnya isu pemecatan dirinya akibat performa negatif MU dalam beberapa laga terakhir. 

Komposisi pemain yang diturunkan saat melawan Swansea City tidak jauh berbeda dengan saat menghadapi Chelsea. Rooney diturunkan sebagai starter dengan berposisi sebagai striker utama dengan Martial di sayap kiri dan Juan Mata mengisi sisi kanan. Di lini tengah masih ditempati oleh Ander Herrera bersama dengan Schweinsteiger dan Schneiderlin. Kuartet pemain belakang terdiri dari Phil Jones, Cris Smalling, Daley Blind dan Ashley Young. David de Gea juga masih tak tergantikan di bawah mistar MU.


Membutuhkan kemenangan, MU langsung tancap gas dengan melakukan pressure tinggi dan terus menekan pertahanan Swansea. Beberapa kali serangan melalui sisi kanan dengan crossing yang dilepaskan oleh Ashley Young cukup sukses memberikan ancaman pada gawang Swansea. Diantaranya saat Juan Mata dan Wayne Rooney yang sukses memanfaatkan crossing Ashley Young, namun Fabianski yang mengawal gawang Swansea masih cukup sigap menyelamatkan gawangnya. Skor kacamata pun bertahan hingga akhir babak pertama.


Di babak kedua, MU tak mengendorkan serangan. Pergantian pemain dilakukan oleh MU dengan memasukkan Darmian menggantikan Phil Jones. Dia adalah Anthony Martial yang sukses membawa MU unggul 1-0 usai menciptakan gol melalui sundulan kepalanya setelah memanfaatkan crossing Ahley Young. Setelah gol tersebut, MU semakin ganas melakukan serangan. Beberapa percobaan tendangan dari Rooney, Herrera, dan Juan Mata masih belum tepat menemui sasaran. Keasyikan menyerang, MU lupa akan pertahanannya. Petaka datang ketika Sigurdson sukses menyamakan angka melalui sundulan kepalanya setelah memanfaatkan assist dari Modou Barrow. Skor 1-1 tersebut seakan membuat lesu para fans, seakan tim favoritnya akan gagal kembali menuai poin penuh. Wayne Rooney akhirnya menjadi penentu kemenangan usai mencetak gol melalui back-heel dengan assist dari Anthony Martial. Swansea yang sedang dalam kondisi tertinggal terus melakukan serangan. Di masa injury time, Swansea nyaris menyamakan skor andai saja De Gea tidak sigap melakukan penyelamatan. Hingga akhir pertandingan, MU sukses mempertahankan keunggulan dengan skor 2-1. Salut kepada seluruh pemain MU yang bermain hari ini. Semua terlihat energik dan terus melakukan pressure kepada pemain lawan. Anthony Martial tampaknya patut diberi gelar Man of The Match melalui satu gol dan satu assist yang diberikannya pada pertandingan ini. 


Hasil ini tentu saja sangat positif mengingat selama Desember MU tidak pernah memetik kemenangan sehingga posisinya terlempar hingga ke posisi enam. Hasil ini dapat dijadikan momentum untuk mengembalikan MU ke jalur perebutan gelar. Berbicara mengenai perebutan gelar, tampaknya masih terlalu dini, yang lebih penting saat ini adalah menjaga konsistensi permainan agar tidak terpeleset ke dalam jurang kekalahan lagi. Saat ini posisi MU naik ke posisi lima, menggeser Crystal Palace yang baru akan bertanding kontra Chelsea keesokan harinya. Keep Glory Glory Man. United!

Source Picture :
Twitter : @ManUtd; @ManUtd_ID; @indomanutd; @UtdIndonesia; UtdIndonesiaJKT

Selasa, 29 Desember 2015

HADAPI CHELSEA, MU GAGAL MENANG LAGI



Glory Glory Man. United! Boxing Day seperti biasa hadir di penghujung tahun. Saat liga-liga eropa sedang rehat tengah musim, Liga Inggris tetap bergulir. Bahkan terdapat pertandingan Big Match : Man. United vs Chelsea yang akan berlangsung di Old Trafford. Kedua tim memang dalam kondisi yang kurang baik. MU belum pernah memetik kemenangan di sepanjang bulan Desember, sementara Chelsea baru saja memecat Jose Mourinho akibat performa buruk Chelsea musim ini. Akhirnya, Gus Hiddink ditunjuk sebagai pelatih Chelsea menggantikan Morunhi. Pertandingan ini pun juga menjadi laga penentu bagi Louis Van Gaal. Pasalnya, posisinya akan ditentukan usai laga ini berakhir. Apabila MU gagal meraih kemenangan, bukan tidak mungkin Van Gaal akan lengser dari kursi kepelatihan MU.



Kapten Wayne Rooney kembali diturunkan sebagai starter. Kembalinya Schweinsteiger dan Schneiderlin di lini tengah MU, menambah kepercayaan diri The Red Devils. Anthony Martial diturunkan sebagai sayap kiri dengan Juan Mata mengisi pos di sisi kanan. Ander Herrera mengisi posisi di belakang Wayne Rooney. Babak pertama berjalan, MU bermain cukup baik. Baru sejenak pertandingan dimulai, pendukung MU nyaris saja bersorak andaikan mistar gawang tidak menghalangi laju tendangan Juan Mata. Selanjutnya giliran Schneiderlin yang tendangannya masih melebar tipis dari gawang Chelsea yang dikawal oleh Courtois. Anthony Martial pun tak mau kalah untuk unjuk gigi, setelah melakukan penetrasi dari sisi kiri, Martial melepaskan tembakan jarak dekat namun lagi-lagi masih membentur mistar gawang. Chelsea praktis hanya melakukan serangan balik dengan peluang terbaik saat sundulan John Terry masih mampu diselamatkan oleh De Gea. Hingga babak pertama usai, skor 0-0 masih bertahan.



Babak kedua dimulai, MU masih mendominasi pertandingan dengan sesekali Chelsea melakukan serang balik. Peluang terbaik datang saat tembakan jarak dekat Ander Herrera masih mampu diselamatkan oleh Courtois. Chelsea juga memperoleh peluang terbaiknya saat mereka sukses memanfaatkan serangan balik cepat dan Nemanja Matic hanya tinggal berhadapan dengan De Gea, namun sayang tendangannya masih melambung jauh. Menjelang pertandingan berakhir, Wayne Rooney mendapat peluang emas, namun masih belum menemui sasaran. Skor kacamata akhirnya bertahan hingga pertandingan usai. 


Hasil ini pun menambah tren negatif performa MU dan nasib Van Gaal tampaknya akan semakin buruk. Saat ini posisi MU tertahan di peringkat 6 dengan koleksi 30 poin, tertinggal 9 poin dari Arsenal yang memuncaki klasemen sementara. MU pun mengakhiri performanya di penghujung tahun dengan hasil buruk, padahal laga di bulan Desember, terutama saat Boxing Day cukup vital bagi perjalanan sebuah tim di Liga Inggris. Catatan ini pun dinilai yang terburuk yang pernah diraih MU selama Boxing Day. Secara hasil, memang masih mengecewakan karena MU masih belum mampu memetik tiga poin meskipun bermain di rumah sendiri menghadapi Chelsea. Apabila dilihat secara permainan, MU memang tampil lebih baik hari ini dibandingkan beberapa pertandingan sebelumnya. Titik pertahanan tampaknya perlu dievaluasi, mengingat beberapa kali pertahanan MU sangat kerepotan menghadapi serangan balik Chelsea. Sepertinya para pemain MU juga lupa cara membuat gol. Satu kemenangan, akan sangat penting bagi MU untuk meningkatkan moral dan percaya diri pemain. Namun entah sampai kapan, satu kemenangan itu harus ditunggu. Keep Glory Glory Man. United!


Source Picture :
Twitter : @ManUtd; @ManUtd_ID; @indomanutd; @UtdIndonesia; UtdIndonesiaJKT

Minggu, 20 Desember 2015

KALAH LAGI, MU TERLEMPAR DARI EMPAT BESAR



Glory Glory Man. United! Pekan ke-17 EPL hadir pada weekend ini, dan seperti biasa, memasuki periode natal dan tahun baru maka akan masuk masa-masa sibuk EPL yang dikenal sebagai Boxing Day. Pekan ini, MU bertanding melawan Norwich City di Old Trafford dengan ambisi memperbaiki performa sekaligus memangkas jarak dengan tiga tim di atasnya mengingat Arsenal dan Manchester City akan saling bentrok pekan ini.



Formasi starting line-up agak aneh dengan menempatkan Anthony Martial di sayap kanan, sementara Juan Mata digeser ke tengah bersama Michael Carrick. Penyerang utama diserahkan pada sang kapten Wayne Rooney yang genap bermain selama 500 laga bagi MU. Wayne Rooney akan dibantu oleh Fellaini yang berposisi di belakang Wayne Rooney. Sisi kiri ditempati oleh Memphis Depay selagi Jesse Lingard absen akibat cedera. Untuk posisi bek tengah, Phil Jones dan Chris Smalling kembali berduet bersama. Daley Blind di sisi kiri pertahanan, sementara Ashley Young di sisi kanan. Penjaga gawang, tentu masih De Gea yang menjadi pilihan utama.

Seperti biasa, MU tampil dengan dominasi Ball Possesion yang tinggi. Seperti biasa pula, serangan MU agak kurang tajam sehingga tendangan yang benar-benar mengancam gawang Norwich masih minim, kebanyakan tendangan para pemain MU hanya membentur rapatnya pertahanan Norwich. Malapetaka hadir ketika serangan balik Norwich sukses membuahkan gol melalui Cameron Jerome. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.



Memasuki babak kedua, belum ada perubahan komposisi pemain dari kedua tim. Norwich pun sukses mengawali babak kedua dengan baik setelah menggandakan keunggulan melalui Alexander Tetey. Lagi-lagi, gol Norwich ini berasal dari serangan balik yang tak mampu dihadang oleh pertahanan MU. Anthony Martial yang tidak maksimal bermain di sisi kanan, akhirnya dikembalikan ke posisi aslinya sebagai penyerang utama seiring masuknya Ander Herrera yang menggantikan Fellaini. Gol yang ditunggu pun hadir, tepatnya di menit ke-67, Anthony Martial sukses mencetak gol sekaligus memperkecil kedudukan menjadi 1-2. Sejak memperkecil kedudukan, MU  terus menekan. Free Kick Juan Mata hampir saja membuahkan gol andai saja tidak diselamatkan oleh penjaga gawang Norwich. Di penghujung pertandingan Chris Smalling juga hampir mencetak gol, namun sayang sundulannya masih melebar. Hingga akhir pertandingan, skor berakhir 1-2 dengan keunggulan Norwich City. Kemenangan ini pun menjadi rekor tersendiri bagi Norwich yang terakhir kali menang di Old Trafford adalah pada tahun 1989.

Alih-alih memperbaiki performa, tampaknya awan mendung masih bergelayut di kubu MU. Bahkan di sepanjang bulan Desember ini, MU belum pernah meraih kemenangan di semua ajang. Jelas ini merupakan grafik penurunan permainan MU. Masalah cedera beberapa pemain pilar MU dapat menjadi alasan di balik performa negatif MU akhir-akhir ini. Namun, tetap saja sang juru taktik yang akan menjadi sorotan, yakni Louis Van Gaal. Masa-masa Boxing Day seperti ini, sangat vital bagi perjalanan MU. Apabila dalam beberapa pertandingan ke depan MU tak kunjung membaik, maka akan semakin sulit di tahun 2016 untuk bersaing di papan atas. Posisi MU pekan ini pun terlempar dari empat besar pasca Tottenham Hotspur menang atas Southampton. MU kini berada di posisi lima dengan koleksi 29 poin, sama dengan Tottenham di posisi empat dan Crystal Palace di posisi enam. 

Hasil lain, Leicester City memperpanjang tren positifnya dengan sukses menaklukkan Everton 3-2 di Goodison Park. Mereka pun duduk nyaman di puncak klasemen dengan koleksi 38 poin. Chelsea pasca dipecatnya Jose Mourinhi, juga sukses mendulang poin penuh setelah menang atas Sunderland 3-1 di Stamford Bridge. Laga selanjutnya, MU akan bertandang ke Britania Stadium markas Stoke City. Semoga lekas ada perbaikan, minimal di penghujung tahun ini MU harus berada di posisi empat besar. Keep Glory Glory Man. United!


Source Picture :
Twitter : @ManUtd; @ManUtd_ID; @indomanutd; @UtdIndonesia; UtdIndonesiaJKT

Minggu, 06 Desember 2015

IMBANG LAGI, MU GAGAL MANFAATKAN MOMENTUM (FT : MU VS WEST HAM 0-0)


Glory Glory Man. United! Pekan ini, lagi-lagi MU gagal memanfaatkan peluang untuk memperbesar peluang menjadi kampiun EPL musim ini. Sebelum pertandingan ini bergulir, The Citizen tumbang di tangan Stoke City dengan dua gol tanpa balas. Bukannya meraih kemenangan, MU justru hanya bermain imbang tanpa gol menghadapi West Ham United meskipun bermain di Old Trafford. Apabila MU menang dalam pertandingan ini, MU akan mengamankan posisi runner-up di bawah Leicester yang malam ini sukses mengunci posisi puncak usai meraih kemenangan 3-0 atas Swansea City di Liberty Stadium. Namun, karena MU hanya bermain imbang, posisinya pun melorot ke posisi empat dengan koleksi poin sama dengan Man. City. Arsenal naik ke posisi runner-up pasca mengalahkan Sunderland 3-1 di Emirates. MU telah gagal memanfaatkan momentum baik, khususnya dalam dua pekan terakhir. Pekan lalu, MU bisa saja menempati posisi puncak andai saja sukses menaklukan Leicester dalam laga yang menentukan, mengingat posisi kedua tim berada di dua teratas, namun MU hanya bermain imbang hingga akhirnya posisi puncak kembali direbut oleh Man, City. Pekan ini, Man. City tumbang dan momentum kembali datang untuk MU, namun MU kembali gagal menang. 


Pada pertandingan ini, memang MU tampil tanpa sejumlah pemain pilar akibat badai cedera. Wayne Rooney, Antonio Valencia, Phil Jones, Ander Herrera, dan Marcos Rojo adalah beberapa dari sekian nama yang mengisi daftar meja perawatan MU. Tanpa Rooney, Chris Smalling ditunjuk sebagai kapten MU pada pertandingan ini. Martial yang baru saja merayakan ulang tahunnya, tampil sebagai starter. 


Secara garis besar, MU sangat menguasai pertandingan ini. Peluang demi peluang tercipta, terutama di babak kedua serangan MU sangat dominan. Mulai dari sepakan jarak dekat Martial di babak pertama yang masih mampu di blok defender West Ham, sepakan jarak dekat Fellaini yang masih mampu di selamatkan Adrian (West Ham GK), sepakan Juan Mata, Martial dan Jesse Lingard yang melebar tipis di sisi gawang West Ham, dan tendangan Chris Smalling yang juga masih membentur tembok pemain belakang West Ham serta masih banyak hal lainnya. Kedisiplinan pemain West Ham pada pertandingan kali ini, memang patut diacungi jempol. Sekali lagi, West Ham membuktikan menjadi sebuah tim yang selalu menyulitkan tiap bertemu tim papan atas EPL. Arsenal, Manchester City, Liverpool dan Chelsea telah merasakan betapa pahitnya kalah saat melawan mereka. Kini, giliran MU yang meskipun memiliki nasib lebih baik dengan bermain imbang, namun tetap saja pahit rasanya. Satu hal positif yang dapat dilihat hari ini hanyalah debut Varela yang masuk menggantikan Mc Nair di awal babak kedua pasca musim lalu ia dipinjamkan ke Real Madrid. Berita buruknya, kabarnya Morgan Schneiderlin juga mengalami cedera hingga ia harus digantikan oleh Michael Carrick bahkan sebelum babak pertama usai.



Pekerjaan rumah yang cukup berat menanti Van Gaal pertengahan pekan ini dimana akan tersaji laga tandang kontra Wolfsburg di Liga Champions. Andai kata MU gagal menang lagi dan PSV meraih poin penuh, maka siap-siap mengatakan "Goodbye Champions League" lebih awal untuk musim ini. Laga Boxing Day juga semakin dekat dan tentunya akan menentukan bagaimana jalan MU ke depan. Melihat kondisi yang ada sekarang, akurasi dan ketenangan pemain MU dalam menyelesaikan peluang perlu diperbaiki lagi. Kecewa memang melihat hasil yang diperoleh malam ini. Perjalanan memang belum sampai setengah musim, masih ada waktu untuk berbenah. Tetap Glory Glory Man, United! Glory Glory Man. United! Glory Man. United!

Source Picture :
Twitter : @ManUtd; @ManUtd_ID; @indomanutd; @UtdIndonesia; UtdIndonesiaJKT

Sabtu, 21 November 2015

MU PUNCAKI KLASEMEN SEMENTARA EPL, FT : WATFORD VS MU 1-2

 

Glory Glory Man. United! EPL kembali hadir pada akhir pekan ini pasca jeda internasional pekan lalu. Memasuki pekan ke-13, MU melanjutkan perjuangan saat bertandang ke markas Watford. Beberapa pemain pilar mengalami cedera seperti Wayne Rooney, Anthony Martial, Michael Carrick, Antonio Valencia, dan Mouruanne Fellaini. Untuk mengatasi hal tersebut, Van Gaal memutuskan untuk menempatkan Jesse Lingard sebagai ujung tombak MU di starting line-up. Sayap kiri diisi oleh Memphis Depay yang dalam beberapa pertandingan terakhir tidak dimainkan. Ander Herrera mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Wayne Rooney sementara sisi kanan masih ditempati oleh Juan Mata. Duet gelandang diserahkan oleh Schneiderlin dan Schweinsteiger. Kuartet pemain belakang MU diisi oleh Ashley Young, Phil Jones, Chris Smalling dan Daley Blind.

Sebelum pertandingan dimulai, kedua tim menyanyikan lagu nasional Prancis sebagai aksi solidaritas atas tragedi yang menimpa negara tersebut beberapa waktu silam.


MU mengawali babak pertama dengan cukup baik. Memasuki menit ke-11 MU sukses mencetak gol melalui kaki Memphis Depay memanfaatkan umpan Ander Herrera. Gol tersebut merupakan gol kelimanya di semua kompetisi, dua diantaranya diciptakan di EPL. Masalah datang saat Herrera harus ditarik keluar karena menderita cedera, ia pun digantikan oleh Marcos Rojo. Memphis Depay hampir menambah keunggulan andai saja tendangannya dari luar kotak penalty tidak mampu diselamatkan oleh Gomes yang mengawal gawang Watford. Babak pertama pun akhirnya usai dengan kedudukan 0-1 untuk keunggulan MU.

Memasuki babak kedua, Watford bermain lebih terbuka dan beberapa kali serangannya memberikan ancaman serius bagi gawang De Gea. Penampilan De Gea pada malam ini pun patut diacungi jempol usai melakukan beberapa penyelamatan gemilang. Malapetaka hadir lima menit menjelang pertandingan usai. Wasit memberikan hadiah penalty untuk Watford setelah melihat Marcos Rojo dianggap menjatuhkan salah seorang pemain Watford di kotak terlarang. Eksekusi yang dilakukan oleh kapten Watford, yakni Troy Deeney, sukses membawa timnya menyamakan kedudukan.


Di menit ke-90 angin segar berhembus pada kubu MU. Memanfaatkan kemelut di depan gawang Watford, sepakan Schweinsteiger mengenai tubuh Troy Deeney dan bergulir masuk ke gawang sendiri. Skor pun berubah 1-2 untuk keunggulan MU. Troy Deeney tampaknya cocok menyandang gelar 'From Hero to Zero' pada pertandingan ini. Hingga pertandingan usai, skor 2-1 untuk keunggulan MU sukses dipertahankan. Hasil ini mengantarkan MU ke posisi puncak klasemen dengan koleksi 27 poin. Posisi MU bisa saja kembali tergeser mengingat tim lainnya baru akan selesai bertanding beberapa saat ke depan. 

Pekerjaan rumah yang cukup berat bagi Van Gaal untuk melakukan rotasi pemain pasca banyaknya pemain MU yang mengalami cedera. Di pertandingan ini saja, sudah dua pemain MU yang harus keluar lapangan karena cedera. Usai Ander Herrera di babak pertama, giliran Phil Jones yang harus keluar lapangan. Pertandingan kontra PSV Eindhoven di ajang Liga Champions akan menjadi cukup berat apabila belum ada kabar baik mengenai cedera pemain MU. Keep Glory Glory Man. United!.


Source Picture :
Twitter : @ManUtd; @ManUtd_ID; @indomanutd; @UtdIndonesia; UtdIndonesiaJKT

Minggu, 08 November 2015

FT : MU vs WBA 2-0


Glory Glory Man. United! Memasuki pekan ke-12 Liga Inggris, MU akan menghadapi West Brom di Old Trafford. Perlu diketahui bahwa di kubu West Brom terdapat beberapa mantan pemain MU, seperti Johny Evans dan Anders Lindegaard yang pada bursa transfer musim panas lalu baru saja pindah. Darren Fletcher bahkan sudah lebih dulu pindah dibandingkan kedua pemain tersebut. Pertandingan ini pun menjadi ajang reuni bagi mereka untuk kembali ke Old Trafford, namun sebagai lawan. Namun dari ketiga pemain tersebut, hanya Evans dan Fletcher yang bermain sebagai starter.

Jesse Lingard tampil sebagai starter dengan mengisi posisi sayap kiri, sementara posisi bek kanan ditempati oleh Ashley Young. Duo bek tengah MU diisi oleh Smalling dan Blind. Untuk posisi penyerang, Martial dan Rooney akan saling bahu membahu guna mengakhiri rentetan hasil imbang tanpa gol dalam tiga pertandingan lokal terakhir.


Babak pertama berjalan, MU tampil sangat mendominasi. Ball possesion MU hingga akhir babak pertama mencapai 76%. West Brom bermain lebih defensif dengan hanya mengandalkan bola-bola panjang dan serangan balik cepat. Peluang emas diperoleh oleh Juan Mata di pertengahan babak pertama saat menerima sodoran dari Wayne Rooney. Juan Mata yang berdiri bebas tanpa pengawalan gagal menyelesaikan peluang dengan tembakannya masih melebar di sisi gawang Myhill. Johny Evans tampil cukup baik, salah satunya saat menggagalkan tendangan dari Jesse Lingard yang sudah berdiri bebas. Peluang terbaik MU datang melalui Martial, namun sepakannya masih mampu diselamatkan oleh Myhill. Peluang tersebut menjadi satu-satunya shoot on target bagi MU di babak pertama. Untuk WBA, sepanjang babak pertama tidak terlalu banyak memberi ancaman bagi gawang De Gea. Smalling yang baru saja mendapatkan penghargaan pemain terbaik MU bulan Oktober, tampil mengesankan di babak pertama. Skor kacamata pun bertahan hingga babak pertama usai.


Memasuki babak kedua, MU melakukan start dengan sangat baik. Tepatnya di menit ke-52, Jesse Lingard sukses memecah kebuntuan dan membawa MU unggul 1-0. Bola liar yang gagal disapu bersih dengan baik oleh pemain bertahan WBA, sukses dimanfaatkan oleh Lingard dengan melakukan pressing ke sudut gawang Myhill. Sebuah gol yang cukup spektakuler mengingat sudah lama pemain MU tidak mencetak gol seperti itu. Pasca gol pertama, tempo pertandingan meningkat. WBA beberapa kali mulai melakukan serangan, namun kurang baik dalam penyelesaian akhir. MU pun terus mengancam gawang Myhill silih berganti melalui Juan Mata, Jesse Lingard dan Anthony Martial. Di penghujung pertandingan, MU mendapat hadiah penalty usai Martial dijatuhkan di kotak terlarang oleh Garet Mc Auley yang langsung diberikan kartu merah oleh wasit. Juan Mata yang menjadi eksekutor sukses menambah keunggulan MU menjadi 2-0. Pertandingan pun berakhir dengan skor 2-0. 


Kemenangan ini membuat MU bertahan di posisi empat sekaligus memangkas jarak dengan Manchester City di puncak klasemen menjadi 1 poin. Debut fantastis dilakoni oleh pemain muda MU usia 18 tahun, yakni Borthwick-Jackson yang masuk menggantikan Marcos Rojo di pertengahan babak kedua. Pada pertandingan lain, Leicester City melanjutkan tren positif dengan sukses menang atas Watford 2-1 yang membuatnya berada di posisi tiga dengan koleksi 25 poin, sama dengan Arsenal dan Manchester City. Arsenal dan Manchester City baru akan bertanding esok hari, yakni Manchester City akan bertandang ke Villa Park menjamu Aston Villa sementara Arsenal akan bermain di Emirates Stadium dalam laga bertajuk London Derby kontra Tottenham Hotspur. Keep Glory Glory Man. United!

Source Picture :
Twitter : @ManUtd; @ManUtd_ID; @indomanutd; @UtdIndonesia; UtdIndonesiaJKT

Minggu, 01 November 2015

SKOR KACAMATA KEMBALI MENGHIASI LAGA MU : PALACE VS MU 0 - 0



Glory Glory Man. United! Memasuki pekan ke-11 Liga Inggris, persaingan di papan atas semakin ketat dengan Manchester City dan Arsenal menempati posisi teratas dengan poin yang sama, yakni 25 poin. Keduanya meraih hasil maksimal dengan Manchester City sukses menekuk Norwich City dengan skor 2-1, sementara di tempat lain Arsenal sukses berpesta pasca membantai Swansea City 3-0. Leicester City menyodok ke posisi tiga usai menekuk West Brom 3-2. Partai Big Match antara Chelsea vs Liverpool yang berlangsung di Stamford Bridge akhirnya dimenangkan oleh Liverpool dengan skor 3-1 yang membuat Chelsea semakin terbenam di posisi 15. 

Lalu, bagaimana dengan MU? Bertandang ke Crystal Palace, MU hanya mampu membawa pulang 1 poin setelah ditahan imbang dengan skor 0-0. Posisi MU pun tertahan di peringkat 4 dengan koleksi 21 poin. Ironis melihat penampilan MU pada pertandingan ini. Di Babak pertama, penguasaan bola MU mencapai 65%, namun tembakan ke arah gawang yang mereka lakukan hanya dua kali, itupun hanya satu yang on target saat Wayne Rooney menerima true pass cantik dari Martial. Berhadapan satu lawan satu dengan kiper Palace, Rooney gagal menyelesaikan peluang menjadi gol. Momen tersebut pastinya akan menjadi kritik lanjutan para fans kepada Rooney yang tak kunjung memberikan penampilan terbaiknya. Palace yang hanya menguasai bola sekitar 35%, justru lebih efektif melakukan serangan dengan tembakan yang lebih banyak dan membuat David de Gea melakukan banyak penyelamatan.

Di babak kedua, tidak jauh berbeda. MU terlihat kesulitan untuk masuk ke daerah pertahanan Palace. Terlihat MU hanya sekedar melakukan passing tanpa memberikan ancaman berarti bagi pertahanan Palace. Palace yang menerapkan strategi serangan balik, beberapa kali memberikan ancaman bagi gawang De Gea. Beruntung bagi MU karena gawangnya tetap clean sheet hingga pertandingan berakhir.

Hasil imbang 0-0 ini merupakan yang ketiga kali secara beruntun bagi MU, yakni saat melawan Manchester City, Middlesbrough (di ajang piala liga hingga akhirnya MU kalah adu penalty) serta melawan Crystal Palace pekan ini. Van Gaal harus segera menemukan formula tepat untuk mengobati lemahnya barisan depan MU dalam menghasilkan gol. Jika hal ini tidak segera diselesaikan, akan sulit bagi MU ke depannya terutama saat-saat menuju laga Boxing Day di penghujung tahun. Keep Glory Glory Man. United!

Source Picture :
Line : Manchester United

Minggu, 25 Oktober 2015

DERBY MANCHESTER BERAKHIR IMBANG



Glory Glory Man. United! 
Laga Big Match Liga Inggris pekan ini, memang sangat dinantikan oleh banyak pihak. Manchester United akan kedatangan tamu sekotanya, yakni Manchester City dalam laga bertajuk Derby Manchester. Posisi keduanya di klasemen sementara pun membuat laga ini makin menarik. Manchester City duduk di puncak klasemen sebelum akhirnya disusul oleh Arsenal yang menang 2-1 atas Everton sehari sebelumnya. Manchester United di posisi keempat memiliki poin sama dengan West Ham United yang baru saja sukses menumbangkan sang juara bertahan, Chelsea dengan skor 2-1. Siapapun yang menang dalam laga derby kali ini sangat berpeluang untuk memuncaki klasemen. 

Sang tamu turun tanpa striker utamanya, Kun Aguero yang mengalami cedera, hal serupa juga dialami oleh David Silva. Untuk United, Anthony Martial kembali ditempatkan di sisi kiri sementara Rooney menjadi striker utama di depan. Ander Herrera ditempatkan di belakang Rooney

Pertandingan babak pertama berjalan cukup alot, kedua tim memang saling serang namun jarang ada peluang yang benar-benar membahayakan kedua gawang. De Gea dan Joe Hart pun tidak banyak teruji di babak pertama. 

Babak kedua berjalan, United tampil lebih menyerang sementara City lebih mengandalkan serangan balik. Di pertengahan babak kedua, Van Gaal memasukkan Jesse Lingard untuk menggantikan Juan Mata. Belum lama Lingard masuk, Martial memberikan umpan lambung yang gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Lingard, sontekannya pun masih bisa diselamatkan oleh mistar gawang The Citizen. Peluang lainnya pun hadir saat tembakan jarak dekat Smalling masih bisa diselamatkan Joe Hart. Hingga pertangingan usai skor 0-0 bertahan. 

Hasil ini membuat The Citizen kembali ke puncak klasemen dengan koleksi 22 poin, sama dengan pencapaian Arsenal, namun City unggul selisih gol. Sementara MU, tertahan di posisi empat dengan 20 poin, kalah selisih gol dengan West Ham yang bertengger di posisi ketiga dengan poin yang sama. See you in the next match at Crystal Palace. Glory Glory Man. United!

Source Picture :
Line : Manchester United

Sabtu, 17 Oktober 2015

FT : EVERTON VS MU 0-3



Glory Glory Man. United! EPL kembali bergulir pekan ini usai pekan lalu terdapat jeda internasional. Pekan ini pun menjadi pekan yang manis bagi MU pasca meraih poin penuh saat bertandang ke Goodison Park, markas Everton. Tidak tanggung-tanggung, MU menang dengan skor 3-0. 

Louis Van Gaal melakukan perubahan pada starting line-up. Pertama, dari komposisi pemain belakang, Smalling yang biasanya diduetkan dengan Blind, kali ini Van Gaal memberikan kepercayaan kepada Phil Jones. Untuk posisi Bek kiri dipercayakan kepada Marcos Rojo setelah sebelumnya sempat diisi oleh Ashley Young ataupun Darmian. Van Gaal memang masih mencari pemain yang tepat untuk posisi bek kiri pasca ditinggalkan oleh Luke Shaw yang menderita cedera panjang. Selanjutnya untuk komposisi pemain depan, Van Gaal meletakkan Rooney sebagai striker di depan serta menggeser Martial kepada posisi sayap kiri yang biasanya diisi oleh Memphis Depay. Posisi belakang striker dipercayakan kepada Ander Herrera. Sementara itu, Memphis Depay tidak diturunkan oleh Van Gaal petandingan kali ini.

Komposisi pemain tengah MU yang diisi oleh Schneiderlin, Schweinsteiger, dan Ander Herrera cukup solid dan menghasilkan permainan apik. MU unggul dua gol di babak pertama melalui gol yang dicetak oleh Schneiderlin dan Herrera. Schneiderlin sukses memanfaatkan bola liar di depan gawang Everton, sedangkan Herrera mencetak gol melalui sundulan kepalanya usai memanfaatkan crossing dari Marcos Rojo. Di babak kedua, MU kembali memperbesar keunggulan melalui Wayne Rooney dengan memanfaatkan serangan balik cepat. Gol Wayne Rooney membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak kedua di arena EPL dengan 187 gol, sama dengan perolehan sang seniornya Andrew Cole. Peringkat pertama, dihuni oleh Legenda Inggris, Alan Shearer dengan 260 gol. 

Hasil ini membuat MU mempertahankan posisi kedua sekaligus menjaga jarak dengan Man. City diposisi pertama yang pada pekan ini juga sukses meraih kemenangan usai membantai Bournemouth 5-1. Pertandingan EPL pekan selanjutnya akan sangat menentukan, yakni Derby Manchester yang akan berlangsung di Old Trafford. Pertandingan tersebut akan sangat penting bagi MU guna mengkudeta The Citizen dari posisi puncak saat ini. Sebelum laga Derby tersebut, MU harus bertandang ke Moskwa melawan CSKA Moskow pada ajang Liga Champions. Keep Glory Glory Man. United!  

Senin, 05 Oktober 2015

HANYA 20 MENIT, ARSENAL SUKSES HEMPASKAN MU 3-0



Nampaknya, EPL pekan ini bukan menjadi pekan yang baik bagi MU (Manchester United). Usai sukses meraih lima kemenangan beruntun di semua ajang, MU justru keok dari Arsenal yang pada pertandingan sebelumnya takluk dari Olympiakos di ajang Liga Champions. Tidak tanggung-tanggung, Arsenal sukses mencetak tiga gol ke gawang David de Gea, sementara MU nihil gol. Kesuksesan Arsenal ini tak lepas dari permainan menawan mereka di awal laga. Dalam waktu 20 menit, Arsenal sukses memporak-porandakan pertahanan MU yang dikawal oleh Darmian (Bek Kanan), Smalling dan Blind (Bek Tengah) serta Ashley Young (Bek Kiri). Pressure dan permainan cepat ala Arsenal menjadi kunci kesuksesan Arsenal.

Alexis Sanchez membuka kran gol untuk Arsenal pada menit ke-6 usai memanfaatkan assist dari Mesut Ozil. Selang satu menit kemudian, giliran Ozil yang mencatatkan namanya di papan skor.


Alexis Sanchez kembali mencetak gol di menit ke-19, gol yang cukup indah setelah sukses melewati tiga pemain MU. Ia melanjutkan catatan positifnya setelah pekan sebelumnya mencetak hattrick saat kontra Leicester City.


Alexis Sanchez dan Mesut Ozil dapat dikatakan sebagai bintang pada pertandingan ini. Keduanya mampu membuat para pemain MU linglung, terutama di 20 menit awal.


Pemain lain yang juga pantas mendapat pujian adalah Petr Cech. Ia membuat beberapa penyelamatan gemilang, terutama di babak kedua. Salah satunya adalah saat memblok sepakan dari Schweinsteiger berikut. 

Hingga pertandingan usai, Arsenal sukses unggul tiga gol tanpa balas atas MU. Kemenangan ini membuat Arsenal melesat ke posisi kedua dengan poin 16, sama dengan MU, namun Arsenal lebih unggul selisih gol. Kemenangan ini pun mengakhiri catatan buruk Arsenal yang tak pernah menang atas MU dalam 13 pertandingan di EPL. Bagi MU, kekalahan ini pun menjadi teguran usai pekan sebelumnya sukses meraih singgasana klasemen dan pada pekan ini mereka harus rela merosot ke urutan tiga. Masih banyak PR yang harus dikerjakan Van Gaal untuk membawa MU mraih gelar. Musim memang masih panjang dan kejutan akan selalu ada. Pekan depan sudah memasuki masa jeda internasional. Usai jeda tersebut, dua match penting bagi MU sudah menanti, yakni bertandang ke Goodison Park untuk melawan Everton pada 17 Oktober 2015 serta kontra Manchester City di Old Trafford pada 25 Oktober 2015. Keep Glory Glory Man. United !