
Daan Mogot, salah satu contoh pemuda yang dapat diteladani kisah perjuangannya demi tanah air Indonesia
Novel terbaru karangan Tere Liye berjudul Hujan yang menceritakan kehidupan seorang gadis bernama Lail, salah satu korban selamat dari bencana gunung meletus skala 8 VEI.
Sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazy, merupakan lanjutan dari Ayat-Ayat Cinta 1 yang mengkisahkan hidup seorang muslim Indonesia bernama Fahri.
Sebuah review novel karya Tere Liye. Novel yang mengisahkan jawaban atas pertanyaan berkecamuk milik Ray atas apa yang ia peroleh sepanjang hidupnya.
Bertandang ke Stadium of Light, MU justru kembali tersungkur. Perjalanan menembus empat besar pun kian sulit.
Sebuah novel karya Pidi Baiq yang mengangkat kisah percintaan anak SMA. Ceritanya ringan dan menggemaskan.
Bertandang ke Stamford Bridge, MU harus puas berbagi angka. Sempat unggul melalui gol Jesse Lingard, gol Diego Costa pada menit ke-90 memupus harapan MU untuk membawa pulang poin penuh.
Sebuah review Novel karya Tere Liye : Negeri di Ujung Tanduk

Nenek Caterina - Seorang nenek Yahudi yang sangat taat dan tinggal menyendiri, sementara anaknya (bukan anak kandung) justru tidak peduli terhadap ibunya sendiri.
Nona Janet dan kedua anaknya, Keira dan Jason - Sebuah keluarga Nasrani yang sangat membenci umat islam (Islamophobia) terkait insiden Bom London yang menewaskan salah satu anggota keluarga mereka. Mereka mendengar kabar bahwa pelakunya adalah muslim.
Brenda - Seorang wanita Nasrani yang tinggal seorang diri, cukup baik, ramah dan peduli terhadap tetangganya. Awalnya ia suka hidup mewah dan suka mabuk-mabukan.
Sabina - Seorang wanita muslimah yang rusak wajahnya dan hidup dengan mengemis
Pertama : Apakah semua manusia, termasuk Ray, tidak pernah memiliki kesempatan untuk memilih saat akan dilahirkan? Haruskah Ray tinggal di panti asuhan yang pemiliknya kasar dan suka mengambil sebagian hak anak yatim?
Kedua : Apakah hidup ini memang adil? Ray merasa hidup ini telah merenggut senyum teman-temannya saat mereka kecewa karena gagal mencapai impiannya ketika mimpi tersebut telah terasa di depan mata.
Ketiga : Ketika Ray telah bahagia mendapatkan seorang istri cantik nan jelita, serta membuat hidupnya kini lebih baik, mengapa takdir begitu cepat memanggil nyawa istri tercintanya?
Keempat : Setelah meraih kesuksesan bisnis luar biasa, mengapa Ray masih merasa ada rasa hampa dan kosong dalam dirinya seolah masih ada sesuatu yang ia rasa belum tercapai?
Kelima : Ketika memasuki usia senja, mengapa Ray harus sakit berkepanjangan, keluar-masuk rumah sakit demi mendapatkan perawatan?
".... kita sebenarnya sedang berperang melawan kezaliman yang dilakukan kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita yang mengambil keuntungan karena memiliki pengetahuan, kekuasaan, atau sumber daya. Jika kita memilih tidak peduli, lebih sibuk dengan urusan masing-masing, nasib negeri ini persis seperti sekeranjang telur di ujung tanduk, hanya soal waktu akan pecah berantakan. Ini negeri di ujung tanduk ..."
"... masalah terbesar bangsa kita adalah penegakan hukum. Hanya itu. Sesederhana itu. Kita tidak hanya bicara soal soal hukum dalam artian sempit, seperti menangkap orang-orang jahat. Melainkan hukum secara luas, yang mengunci sistem agar berjalan lebih baik, membuat semua orang merasa nyaman dan aman. Jika hukum benar-benar ditegakkan di muka bumi negeri ini, banyak masalah bisa selesai dengan sendirinya"
"Siapa yang sebenarnya memiliki sebuah partai politik, hadirin sekalian? Siapa? Bukankah banyak partai yang dikuasai elitenya saja. Apa kata elite, semua harus ikut. Jika elite pimpinan partai bilang A, semua anggota harus bilang A. Jika menolak, ditendang dari kepengurusan, disingkirkan. Saya sungguh bingung dengan pertanyaan ini, karena kenyataannya, sebaliknya,, siapa yang bekerja paling besar untuk kemajuan partai? Apakah mereka? Ratu? Presiden direktur? Elite partai?" ....... Bukankah kita semua, kader paling hina, yang bekerja keras siang-malam untuk partai? Kita sumbangkan uang untuk partai. Kita urunan untuk menyewa bus agar bisa menghadiri rapat terbuka. Kita mengeluarkan uang yang kita miliki demi perjuangan. Lantas siapa yang menikmatinya, hah? Siapa yang tertawa? Siapa?"
"Jarak antara akhir yang baik dan akhir yang buruk dari semua cerita hari ini hanya dipisahkan oleh sesuatu yang kecil saja, yaitu kepedulian"
"Kepedulian kita hari ini akan memberikan perbedaan berarti pada masa depan. Kecil saja, sepertinya sepele, tapi bisa besar dampaknya pada masa mendatang. Apalagi jika kepedulian itu besar ..."
"Kau tahu nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bertahan, tidak hancur, dia jsutru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya. Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasanya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang yang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh"
"Di negeri di ujung tanduk, kehidupan semakin rusak. Bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi. Di negeri di ujung tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan. Bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian. Tapi di negeri di ujung tanduk, setidaknya kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci, meski habis seluruh darah di badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan"Kemudian, ada sebuah nasihat yang menarik dalam novel ini.
Kata papa, bahkan bila terbakar hangus seluruh keluarga kita, jangan pernah berhenti peduli. Walaupun terfitnah kejam keluarga kita, hingga rasanya sakit menembus relung hati, jangan pernah berhenti berbuat baik.
Anak-anakku, jadilah orang-orang yang berdiri gagah di depan, membela kebenaran dan keadilan. Jadilah orang-orang yang berdiri perkasa di depan, membantu orang-orang lemah dan dilemahkan. Atau jika tidak, berdirilah di belakang orang-orang yang melakukannya, dukung mereka sekuat tenaga.
Maka, seluruh kesedihan akan diangkat dari hati, seluruh beban akan terasa ringan. Karena akan tiba massanya orang-orang terbaik datang, yang bahu-membahu menolong dalam kebaikan. Akan tiba massanya orang-orang dengan kehormatan hadir, yang memilih jalan suci penuh kemuliaan.
Percayalah. Dan jangan pernah berhenti percaya, meski tidak ada lagi di depan,belakang, kiri kananmu yang tetap percaya.