Hey Bloggers mania, lama gak share nih. Maklum, lagi sibuk, hehee... Kali ini, gw akan berbagi pengalaman sewaktu gw jadi asisten pada event IMO. Kalian tahu apa itu IMO? Bagi yang udah pernah ikut kompetisi ini pasti tau lah ya. IMO itu adalah singkatan dari International Mathematical Olympiad. Ajang kompetisi ini mempertemukan para jagoan matematika dari seluruh dunia. Pesertanya ialah anak-anak setingkat SMA. Jangan salah lo bloggers, Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut berpartisipasi dalam event bergengsi ini. Kita harus tunjukkan dong bahwa Indonesia punya anak-anak calon scientist masa depan. Setiap tahunnya, IMO diselenggarakan di tempat yang berbeda. Tahun lalu, IMO diselenggarakan di Argentina dan pada tahun ini, IMO akan diselenggarakan di negara Amerika Latin lainnya, Kolombia.
Kembali dengan pengalaman gw saat jadi asisten IMO. Saat ini, peserta IMO telah memasuki tahap seleksi akhir. Tahap seleksi biasanya dilakukan mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, dan seterusnya hingga tersisa beberapa orang. Saat ini, peserta tersisa 9 orang meliputi dua orang siswi dan tujuh orang siswa. Mereka dikarantina selama sebulan untuk menjalani pelatihan sebagai bekal menuju Kolombia. Dari hasil karantina ini, nanti akan diseleksi lagi menjadi 6 orang untuk diberangkatkan ke Kolombia. Nah, kerjaan gw sebagai asisten di sini ialah sebagai asisten stand by. Asisten dibagi menjadi dua, yakni asisten pengajar yang bertugas sebagai tutor untuk peserta dan asisten stand by yang bertugas sebagai orang yang siaga jika dosen pengajar butuh sesuatu, seperti nge-print, fotocopy, isi spidol dan hal-hal lainnya. Asisten stand by juga bertugas untuk mendampingi peserta ketika sedang tidak ada kegiatan.