DAAN MOGOT, PEMUDA GIGIH PEJUANG INDONESIA

Daan Mogot, salah satu contoh pemuda yang dapat diteladani kisah perjuangannya demi tanah air Indonesia

REVIEW NOVEL HUJAN

Novel terbaru karangan Tere Liye berjudul Hujan yang menceritakan kehidupan seorang gadis bernama Lail, salah satu korban selamat dari bencana gunung meletus skala 8 VEI.

AYAT-AYAT CINTA 2

Sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazy, merupakan lanjutan dari Ayat-Ayat Cinta 1 yang mengkisahkan hidup seorang muslim Indonesia bernama Fahri.

REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU

Sebuah review novel karya Tere Liye. Novel yang mengisahkan jawaban atas pertanyaan berkecamuk milik Ray atas apa yang ia peroleh sepanjang hidupnya.

FT : SUNDERLAND VS MU 2-1

Bertandang ke Stadium of Light, MU justru kembali tersungkur. Perjalanan menembus empat besar pun kian sulit.

DILAN

Sebuah novel karya Pidi Baiq yang mengangkat kisah percintaan anak SMA. Ceritanya ringan dan menggemaskan.

FT : CHELSEA vs MU 1-1

Bertandang ke Stamford Bridge, MU harus puas berbagi angka. Sempat unggul melalui gol Jesse Lingard, gol Diego Costa pada menit ke-90 memupus harapan MU untuk membawa pulang poin penuh.

NEGERI DI UJUNG TANDUK

Sebuah review Novel karya Tere Liye : Negeri di Ujung Tanduk

Kamis, 20 Januari 2011

PELAJARAN HARI INI


Hari ini lagi - lagi aku mendapat pelajaran yang cukup memotivasi. Sungguh aku sangat bersyukur pada liburan kali ini aku banyak sekali mendapat pelajaran serta motivasi yang membangun yang memang sangat aku butuhkan di saat - saat sekarang. Maklum, nilai mata kuliahku semester ini sangat tidak memenuhi target. Hari in aku menhadiri kampus expo di sekolah ku, SMAN 63 Jakarta. Di sana aku bertemu dengan kak Ilham, kakak kelasku yang merupakan angkatan 2006. Ia juga kuliah di UI dan seudah mau lulus. Yang keren, dia adalah mahasiswa aktif di BEM UI dan sudah mau lulus dalam jangka waktu yang dibilang cukup normal (4 tahun ) dengan kondisi IP dan IPK yang masih stabil. Sungguh luar biasa. Salut dengan dia. Dan aku juga bertemu dengan kakak - kakak kelasku yang lain, diantaranya kak Riska yang sekarang di UNDIP. Ia angkatan 2007. Dan yang paling menakjubkan adalah pembicaraan Pak Eddy. Beliau memintaku untuk ikut serta membangun klub matematika yang baru mulai diliris beberapa saat ini. Beliau sangat menginginkan pengalaman saya dan kemampuan matematika saya agar bisa ditularkan kepada adik - adik kelas. Beliau menginginkan untuk ke depannya, matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan dan lulusan 63 yang terjun ke dunia matematika menjadi lebih banyak. Sehingga muncul lulusan - lulusan yang mengikuti jejak saya. Dalam pikiran saya, hal tersebut memang cukup berat, karena melihat diri saya sendiri saja masih naik turun mengenai nilai matematikanya. Apalagi adik - adik kelas saya tenyata sangat semangat untuk belajar. Pak Eddy menceritakan bahwa adik - adik saya itu masih kelas X. Dan mereka sudah menerima pelajaran kelas XI dan XII. Beliau mengatakan bahwa mereka sangat haus akan ilmu.



Rabu, 19 Januari 2011

AMAZING SATURDAY


Sesaat lagi fajar akan segera datang. Sang rembulan perlahan mulai bergerak ke belahan bumi lainnya. Bintang - bintang yang bertaburan di langit tak kenal lelah bersinar meskipun fajar sebentar lagi datang. Angin subuh yang dingin perlahan berhembus menyentuh pepohonan yang sedikit bergoyang. Sewaktu - waktu terdengar suara kokokan ayam yang lantang. Suara - suara gaduh orang yang beraktivitas pun sudah mulai terdengar. Masjid - masjid pun mulai mengumandangkan dzikir, tilawatil Qur'an ataupun bersholawat sembari menanti waktu subuh.

Saat waktu subuh datang, masjid - masjid berlomba - lomba mengumandangkan adzan. Di sisi lai, diriku masih terlelap tidur dengan berselimut mimpi. Adzan subuh yang berkumandang belum mampu membangunkanku. Alarm HP-ku yang berulang kali berdering juga tak mampu membuatku terusik. Hingga pada akhirnya ibuku yang mampu membangunkanku. Mata ini masih terasa berat untuk terbuka. Tubuh ini pun masih sangat malas untuk beranjak dari singgasana mimpi ini. Dengan gontai aku segera menuju kamar mandi untuk berwudhu guna melaksanakan sholat subuh.

Kamis, 13 Januari 2011

BACK TO THE SENIOR HIGH SCHOOL (PART II)


Sambil menunggu Pak Eddy mengurus biaya administrasi, aku gunakan kesempatan itu untuk bersilaturahim dengan guru - guru yang telah mendidikku. Pertama kali aku jumpai ialah guru Bimbingan Konselingku, Bu Nuri, yang kebetulan sedang berada di pinggir lapangan bersama dengan guru agamaku, Pak Junaedi.
" Assalamualaikum", sapaku.
" Walaikumsalam, eh anakku, apa kabar?? lagi ada urusan apa nih??", sambutnya dengan ramah.
" Ini bu, lagi mengurus pendaftaran kompetisi Matematika, sekalian ngajak 63", jawabku.
" Ooh, UI yang ngadain ya?? LOGIKA bukan, soalnya kemarin ada yang kirim brosurnya ke sini, tapi coba tanya Pak Eddy deh", balasnya.
" Siap bu, sedang diurus kok, tadi saya udah bertemu dengan beliau, doain aja supaya bisa menang,hehehee....", tambahku.


Setelah berbincang - bincang sejenak dengan Bu Nuri, saya beranjak ke Pak Junaedi. Saya mengucapkan salam kepada beliau. Beliau pun hanya bertanya - tanya sedikit mengenai perkuliahan saya. Seputar kuliah di mana dan jurusan apa. Maklum, tampaknya dia sedang sibuk mengurusi yang lain sehingga tidak punya cukup banyak waktu untuk mengobrol.

Kemudian kujumpai Pak Muslim, guru fisikaku. Beliau masih terlihat humoris seperti dulu. Dengan sedikit bersenda gurau, kami sejenak berbincang - bincang. Namun tak lama kemudian kulihat Pak Eddy berjalan mencari - cari kami berdua. Nampaknya beliau telah selesai mengurus administrasi. ( Maaf ya Fikri, kalo elama aku ngobrol dengan guru- guru, sedikit dicuekin...)^^ Beliau mengajak kami ke bagian Tata Usaha sekolah untuk mengambil biaya administrasinya.

Di ruang Tata Usaha, saya bertemu guru Kimia saya yang juga bekerja di bagian Tata Usaha, Ibu Dwi. Sementara Fikri menunggu di luar.
" Eh, sandy, apa kabar??? Udah lama ga keliatan, sombong ya udah kuliah ga ke sini - sini, udah lupa ya sama sekolahnya??", candanya.
" Ah, nggak kok. Cuma sibuk kuliah aja bu. Tenang bu, saya gak akan lupa sama sekolah ini,heheheee....," balasku simple.
" Ah bohong itu bu, dia sibuk pacaran di UI, ia kan san??," ledek Pak Eddy sambil sedikit tersenyum.
" Wah, bapak bisa aja," jawabku sekenanya.
Kukeluarkan kertas kwitansi pembayaran sebagai bukti transaksi.
" Begini San, bapak mengutus tiga orang untuk ke sana, jadi dua ratus dua puluh lima ribu ya", kata Pak Eddy.
" Ehhmm,.....",pikirku sejenak.
" Ah kamu San, anak Matematika kok masih lama mikirnya", ledek Bu Dwi.
" Heheheheee,... ia benar pak, dua ratus dua puluh lima ribu rupiah, maaf masih suka begitu," jawabku.
" Tenang San, bercanda kok", sanggah Bu Dwi.
" Sip bu, santai aja", balasku.

Selesai mengurus Administrasi, kami diperkenalkan oleh para peserta yang diikutsertakan pada LOGIKA ini. Ada tiga orang, Dua orang Cewek dan satu orang pria. Semuanya masih kelas sepuluh. Saya disuruh untuk membimbing mereka jika dihari H nanti Pak Eddy tidak bisa mengantarnya. Lalu saya memberikan nomor saya jika diperlukan oleh mereka jika mereka ingin bertanya - tanya lebih lanjut.

Yups, tugas di 63 pun selesai. Namun belum lengkap rasanya kalau belum ke ruang guru. Rasanya masih banyak guru yang belum kutemui hari itu. Lantas segera beranjak aku ke ruang guru. Dan benar, ternyata lumayan banyak guru walaupun tidak banyak. Diantaranya ada Pak Harry ( guru matematika ), Pak Harun ( guru Sejarah ), Bu Fauziyah ( guru Sejarah ), Pak Adhi ( guru Komputer ) dan beberapa guru lainnya. Pak Harun yang sering menjadi pengontrol kerapian siswa pada jamanku SMA dulu, mengomentari keadaanku yang sekarang.
" Wah kamu ini, mentang - mentang udah kuliah, rambutnya gondrong ya, mau bapak potong kayak dulu lagi, " sambil tertawa Pak Harun menegurku.
" Iya nih pak, mumpung kuliah, gondrong dikit,hehehehee,....", jawabku.
Memang dahulu aku pernah sekali kena pemeriksaan rambut karena sudah gondrong. Untungnya, pada hari tersebut, tidak dipotong paksa, namun hanya teguran. Sisanya aku selalu lolos, entah karena tidak terlihat gondrongnya karena rambutku yang ikal atau hal lain, entahlah. Yang jelas teman - temanku sering kesal karena aku sering tidak kena pemeriksaan karena rambutku yang ikal ini. ( bapaknya emang baik,hehee,...)

Selesai bercengkrama dengan para guru, akupun berpamitan karena masih harus ke SMA 90 yang masih tetangga dengan SMA 63 untuk melakukan hal yang sama. Saat beranjak keluar, aku bertemu dengan Mba Dwi ( orang yang berbeda dengan Bu Dwi) atau nama lengkapnya Dwi Mawartina yang masih pegawai Tata Usaha. Diriku lumayan akrab dengannya karena sering berurusan dengan surat - menyurat yang biasa diselesaikan olehnya. ( Makasih banget dulu udah sering mintain tanda tangan kepsek,hehee,....) Tidak lama kami berbincang - bincang karena Mba Dwi ingin menyelesaikan pekerjaannya. Kemudian aku berpamitan dengan Pak Satpam dan langsung beranjak pergi ke SMA 90 bersama Fikri yang masih setia menemaniku hari itu.

Tidak sampai sepuluh menit, sampailah kami di SMA 90. Sama halnya dengan diriku yang cukup dikenal oleh guru - guruku di 63 ( maaf gak maksud sombong, :),...) Fikri pun sama. Ia banyak dikenal dan bergantian sekarang aku yang lebih banyak diam karena tidak kenal dengan guru - guru di sana. Paling - paling yang kuingat hanya guru matematikanya, yakni Pak Yasin atau biasa dipanggil Pak Abdel ( karena wajahnya mirip Abdel di sitkom Abdel dan Temon yang telah berubah namanya menjadi Bukan Abdel dan Temon Biasa) oleh sebagian teman - temanku yang pernah diajari secara privat olehnya. Setelah menghubungi pihak Tata Usaha, kami pun disuruh menunggu karena tampaknya guru yang biasa mengurusi kompetisi matematika ini sedang ada kelas.

Hingga bel istirahat berbunyi, beliau tak kunjung muncul. Sehingga, kami berinisiatif untuk menghubungi beliau dengan meminta nomornya melalui TU. Setelah kami memintanya, segera kami meneleponnya. Setelah kami meneleponnya ternyata beliau sedang ada di SMA 63. ( Kok malah ada di sana ya, tau gitu tadi nugguin aja, aduuhh,....) Beliau bilang bahwa beliau akan ke sana sebentar lagi. Sambil menunggunya kami berdua segera pergi ke masjid sekolah untuk melaksanakan sholat zuhur yang kebetulan sudah masuk waktu sholat. Jamaahnya lumayan banyak, banyak siswa yang segera ke masjid untuk sholat setelah adzan berkumandang. Kami lepaskan alas kaki dan bergegas mengambil air wudhu. Lalu beranjak ke lantai dua untuk solat berjamaah. Semua siswa/i melaksanakan sholat dengan khusyuk.

Seusai sholat kami berdua beristirahat sejenak di masjid sambil mengobrol mengenai kuliah kami masing - masing. Sekitar sepuluh menit kemudian, kami langsung turun ke bawah dan berusaha menghubungi CP-nya. Saat sedang menghubunginya, beliau meneriaki kami karena ternyata beliau sudah ada di SMA 90. Tanpa buang waktu, kami langsung menjelaskan maksud kedatangan kami. Ternyata yang jadi CP-nya adalah Pak Yasin yang kumaksud tadi. Sama halnya dengan SMA 63, SMA 90 juga mengirim tiga orang untuk LOGIKA kali ini.

Sambil mengurusi biaya administrasinya, kami bertiga pun berbincang - bincang. Dan tak kusangka, Pak Yasin masih mengingat diriku yang pernah ikut belajar privat di rumahnya. Cukup terharu diriku mendengar bahwa beliau masih ingat padaku ( Padahal hanya berapa kali pertemuan dengannya, tapi terima kasih banyak pak, hasilnya memuaskan, saya bisa masuk UI ^^)

Selesai semua urusan di SMA 90 kami beranjak pamit. Pak Yasin juga langsung pergi ke kelas karena akan mengajar. Satu hal yang unik, cara mengajar beliau adalah dengan cara arisan, yakni tiap siswa diundi untuk menjawab soal di depan sehingga mau tidak mau siswa harus belajar dengan abik. ( Nice Idea pak) Dinyalakanlah kendaraan Fikri untuk dipacu ke arah rumah kami. Kulewati gerbang depan SMA 90 dan perlahan - lahan semakin jauh dari pandangan mataku. Cukup puas perjalananku hari ini. cukup menyenangkan bertemu dengan guru- guru lamaku. Hatiku yang semula cukup sedih karena melihat nilai mata kuliah yang tidak memuaskan mulai menghilang dan sedikit menemukan semangat baru.

Kulihat matahari telah berselimut awan hitam yang cukup tebal menandakan akan turun hujan sesaat lagi. Fikripun semakin cepat mengendarai motornya agar sampai di rumah sebelum hujan. Sekian dulu pengalamanku pergi roadshow hari ini. Mohon maaf jika Fikri tidak terlalu diceritakan di sini,hehehee...
Semoga bermanfaat.

Selasa, 11 Januari 2011

Back to Senior High School (PART I)


"Selamat pagi!!

Embun membasahi dunia dan mulai mengawali hari ini,
Dan kukatakan:"Selamat pagi!!"
Kicau burung bernyanyi dan kini ku siap tuk jalani hari ini.
Kini bergegaslah sipakan dirimu untuk memulai menjalani hari ini"


(By RAN)

Begitu bunyi alarm di Handphoneku membangunkanku dari tidur lelapku. Kulihat jam menunjukkan pukul 05.00. Kudengar suara bising dari arah dapur dan setelah kulihat tampak ibuku sudah sibuk memulai aktivitasnya untuk membuat sarapan. Kemudian aku beranjak ke kamar mandi untuk berwudhu guna melaksanakan sholat subuh. Tak lama setelah sholat subuh, kudengar adikku sudah bangun dari tidurnya dan segera bersiap - siap untuk pergi ke sekolah. Kemudian aku beranjak untuk melihat berita sepak bola di televisi ( bukannya bantuin nyokap,^^...) hingga pukul 06.30. Kemudian baru aku membantu ibuku untuk bersih - bersih rumah ( nyapu & ngepel ).

Teringat bahwa hari ini ada jadwal untuk mengunjungi beberapa sekolah termasuk SMA 63, SMA tercintaku :). Hal ini kulakukan guna roadshow acara LOGIKA yang akan diselenggarakan tanggal 23 Januari 2011 ini. Segera aku mandi dan mempersiapkan segala sesuatu untuk roadshow. Selesai mandi tak lupa aku sarapan masakan ibuku yang tentunya paling enak sedunia yang mampu menambah semangatku kapanpun. Penuh sudah tubuhku diisi oleh tenaga yang melimpah ruah di tubuhku dan siap untuk bergegas pergi. Tak lupa aku berpamitan kepada ibuku ( sekalian minta ongkos ,^^) kemudian aku nerdoa kepada Allah untuk mempermudah segala urusanku hari ini.

Bismillah

Kulangkahkan kakiku dengan penuh irama hentakan sepatu. Angin berhembus pelan menemani perjalananku. Awan pun ikut memayungiku dari hangatnya sinar matahari. Terlihat beberapa orang telah berlalu lalang untuk beraktivitas. Tujuan pertamaku ialah SMA tercintaku, yakni SMA 63. Untuk ke sana perlu naik angkutan umum tiga kali. Pertama D 22 untuk sampai caplin, kemudian C. 01 untuk sampai batas kemudian naik B.10 sampai pertigaan yang dekat sekolahku ( nama gangnya lupa,...). Kemudian tinggal jalan sedikit untuk sampai ke sekolahku. Belum lama aku menunggu angkutan, temanku yang bernama Bryan lewat dengan sepeda motor kesayangannya. Kemudian aku menyapanya,

" yan, mau ke mana lo?"

" eh sandy, mau ke sekolah gw, lo mau ke mana?", sembari menghentikan kendaraannya.

" sama, tapi ke sekolah gw, bukan sekolah lo," Sapaku.

"Bareng sampe depan (caplin) yuk", timpalnya.

" Boleh- boleh ( lumayan, ngirit ongkos) ^^", sambil beranjak naik sepeda motornya Bryan.

Setelah sampai caplin, aku pun diturunkannya. Tak lupa aku mengucap terima kasih kepadanya. Sedetik kemudian dia langsung bergegas pergi hingga sosoknya hilang di tengah keramaian lalu lintas. Segera aku menyeberang jalan untuk naik C.01 ke arah Batas. Perjalananku dengan C.01 menempuh waktu kurang lebih lima belas menit. Sesampainya di Batas, aku lihat handphoneku dan ternyata ada satu SMS masuk. Ternyata dari Fikri, adik kelasku di Matematika UI. Kami berdua memang berjanjian untuk roadshow hari ini. Tak lama kemudian, ia datang dengan motornya dan dia berpakaian lengkap sesuai standar keamanan. Tanpa tunggu waktu lagi, kami berdua langsung cabut ke SMA 63.

Sampai sudah kami di SMA 63. Tidak terlalu banyak perubahan pada SMA ini sejak aku datang terakhir datang pada liburan semester dua kemarin. Tampak beberapa guru sedang berbaris di halaman sekolah dan beberapa murid juga sedang berkumpul di hadapan mereka. Beberapa murid lainnya tampak berbaris dipinggir lantai 2,3 dan 4 melihat situasi di halaman. Hal ini terjadi karena ternyata sedang ada sesi foto untuk para guru untuk BTS tahun ini. Sebelum masuk, kuhampiri pak satpam yang ternyata masih dijaga oleh Pa Tafsir dan Pak ....... ( lupa namanya) Salam kuucapkan kepada mereka dan sejenak kami berbincang - bincang dengan mereka. Tak lama kemudian, datanglah seorang laki - laki menggunakan kemeja biru dengan celana bahan berwarna hitam menghampiri kami. Ternyata tak lain dan bukan salah lagi dia adalah Pak Eddy, guru Matematikaku sewaktu SMA-ku dulu. Sesuai janjiku dengan beliau bahwa kami ingin mengkonfirmasi keikutsertaan SMA 63 pada LOGIKA kali ini. Tanpa membuang waktu kamipun, langsung berdialog tentang hal tersebut. Pak Eddy tampak antusias dengan kompetisi ini. Dan aku bru tahu bahwa SMA 63 sudah sering ikut LOGIKA ( dulu kok saya ga dipanggil sih pak,hehee.....) Selesai bertanya - tanya seputar LOGIKA, beliau langsung meninggalkan kami untuk mengurus biaya administrasi pendaftaran LOGIKA. Kamipun disuruh menunggu sejenak.


(To Be Continued)

Sabtu, 11 Desember 2010

ROAD TO CHAMPION
















Memasuki bulan November, para mahasiswa matematika UI sedikit bisa bersantai karena telah menyelesaikan minggu Ujian Tengah Semester (UTS). Bagi mereka yang merasa sukses dengan ujiannya, pasti akan merasa bahagia dan ingin mempertahankannya untuk UAS nantinya. Namun bagi yang ujiannya suram ^^, maka saat inilah untuk mulai bertobat ke jalan yang benar.
Di sisi lain, HMD Matematika UI 2010 memulai kembali aktivitasnya. Pada bulan November ini, rencananya akan diadakan kegiatan Math Cup 2010. Math Cup ialah semacam kompetisi olahraga dalam berbagai bidang olahraga yang diikuti oleh semua angkatan aktif yang ada di Matematika UI. Untuk saat ini, panitianya diserahkan kepada angkatan 2009 dengan Wilibrordus Leo Agung sebagai Project Officer. Setelah mengumpulkan penanggung jawab tiap bidang, segeralah disusun tema untuk acara ini, yakni SPSS (Score Point in Spirit of Solidarity).
Pada kesempatan kali ini, angkatan kami memang tidak terlalu memikirkan mengenai bagaimana kita bisa menjadi juara umum pada ajang ini. Karena kami sebagai pihak panitia, kami lebih memikirkan pelaksanaan teknis acara dan bagaimana caranya agar semua angkatan aktif yang ada dapat berpartisipasi pada acara ini sehingga tujuan yang diinginkan mampu tercapai. Akan tetapi, ada satu ajang yang sepertinya menjadi ambisi utama angkatan kita pada Math Cup kali ini, yakni menjadi juara pertama pada cabang futsal baik putra maupun putri. Mengapa begitu?? Futsal merupakan salah satu cabang yang cukup prestisius sehingga semua angkatan yang ada ingin sekali menjadi juaranya. Dengan begitu, walaupun tidak jadi juara umum namun kita mampu meraih gelar yang paling prestisius, akan membuat kami sangat bangga (padahal pengen banget semua cabang kita juarain, tahun depan ya frend,....!!!^^)
Tibalah saatnya drawing untuk pertandingan semua cabang. Di cabang bulutangkis, kita bertemu angkatan senior, yakni 2007. Pada basket putra, kita juga bertemu angkatan 2007 sementara putri bertemu angkatan 2008. Di cabang voli putra dan putri kita bertemu angkatan muda, yakni 2010 yang konon banyak dari mereka merupakan atlet voli MIPA. Pada ajang yang menjadi target utama kita, yakni futsal putra, kita bertemu angkatan 2008. Kemudian 2006 melawan 2010, sementara 2007 menunggu pemenang antara 2006 versus 2010. Lalu untuk futsal putri, angkatan kami bertemu dengan 2008 dan 2007 bertemu 2010.
Secara pemetaan kekuatan futsal putra pada semua peserta, 2008 merupakan lawan yang mampu kita kalahkan. Melihat dari pertemuan sebelumnya, kita mampu mengalahkan mereka dengan skor telak, 6-1(Math League). Harusnya, untuk pertemuan kali ini, kita juga mampu mengalahkan mereka dengan mudah. Kami sangat beruntung karena tidak bertemu dengan angkatan 2006 yang sebelumnya mampu membantai kita 4-0 (Math League) atau 2007 yang merupakan juara bertahan futsal putra Math Cup 2009 atau angkatan 2010 yang kekuatannya masih misterius.
Singkat cerita, hari dimulainya pertandingan pembuka pada cabang futsal putra tinggal sehari lagi. Para perancang strategi kita yakni Danang Dwi Kurniawan dan Soleman mulai mempersiapkan beberapa strategi untuk pertandingan nanti. Kami tidak khawatir mengenai kapabilitas mereka sebagai perancang strategi, karena mereka sudah sangat berpengalaman. Danang merupakan pelatih pada Game Football Manager dan pernah mengantar timnya menjadi juara atau Soleman yang telah menamatkan Game Plant versus Zombie dengan segala strategi pertahanannya yang sukses menahan para zombie. (wkwkwkk....) . Sekitar pukul 08.00 malam, mereka merampungkan rancangan strateginya. Kita tetapkan bahwa formasi yang dipakai adalah 1-2-1 dengan Danang sebagai back tunggal, Anton sebagai gelandang kiri, Faisal sebagai gelandang kanan dan Agung sebagai striker tunggal serta tak lupa penjaga gawang kita Kemal. Untuk pemain pelapis, katanya siapa aja boleh main, karena kita pasti menang ( optimis banget...)
Tiba pula hari di mana kami akan bertanding. Pertandingan ini dilaksanakan di Oase stadium yang terletak di Kukel Town. Pertandingan pertama adalah 2009 versus 2008. Sebelum pertandingan dimulai, kami melakukan doa bersama supaya kami mampu memenangi pertandingan kali ini. Pertandingan pun dimulai dengan kick off dari 2009. Baru beberapa menit dimulai, Agung telah mampu membuat 2009 unggul. Ia mencetak gol melalui tendangan bebas. Tak lama kemudian giliran Faisal yang menggandakan keunggulan bagi 2009. Sebelum babak pertama selesai, Agung mencetak gol keduanya demi membawa 2009 unggul sementara 3-0 atas 2008.
Pada waktu jeda istirahat, kami membicarakan masalah rotasi pemain. Beberapa pemain yang masih bugar seperti Sandy, Budhi, Alfian, Wiwit dan Hendy siap dimasukkan. Dan benar, di babak kedua kami benar – benar merombak pemain karena pemain yang diturunkan dibabak pertama, kecuali Danang, benar – benar diganti total oleh semua pemain pelapis yang telah disiapkan ( Keren woy rotasinya,hahaa...) Strategi ini cukup berhasil, di awal babak kedua, pemain masa depan matematika UI, Budhi berhasil menambah keunggulan 2009 menjadi 4-0 melalui gol spektakulernya. Kemudian Agung yang kembali masuk mencetak hattrick sehingga 2009 unggul 5-0. Melalui kerjasama yang apik, 2009 berhasil menambah keunggulannya menjadi 6-0 melalui Budhi. Agung menutup pesta gol 2009 ke gawang 2008 dengan mencetak gol keempatnya pada pertandingan ini sehingga 2009 menang 7-0 atas 2008.
Sungguh hasil yang sangat memuaskan karena kami mampu menang dengan skor telak. Pertandingan selanjutnya mempertemukan 2006 versus 2010 yang pada akhirnya dimenangkan 2006 dengan skor 4-2. Malam harinya, di base camp 2009, yakni SAWIT, kita pesta Martabak untuk merayakan kesuksesan kita masuk final dan kita tinggal menunggu pemenang antara 2007 dan 2006. Semua anak putra matematika 2009, larut pada kebahagiaan malam itu.
Hari – hari pun berlalu dengan penuh kecemasan, karena kontingen 2009 pada berbagai cabang gagal mencapai final. Banyak kesalahan strategi dan kondisi yang tidak menguntungkan yang membuat kontingen kami gagal melaju ke final. Hingga hari ke.....( w ga tau hari ke berapa,^^) kontingen kami belum ada yang melaju ke final selain futsal putra.
Pertandingan penentuan lawan kami pun digelar di MIPA’s Field Stadium yang bertaraf internasional dengan rumput yang berkualitas. Di stadium inilah banyak pertandingan penting di gelar, termasuk final Math Cup 2010 yang rencananya akan digelar di tempat ini.( Harap jangan dipercaya mengenai perkataan tentang lapangan MIPA,^^). Pertandingan itu mempertemukan 2006 dan 2007. Dan diluar dugaan, juara bertahan kita, 2007, dibantai denga skor cukup meyakinkan, 4-1. Sehingga, kita akan bertemu 2006 di Final.
Malam sebelum pertandingan final futsal Math Cup 2010, kami menghibur diri dengan menyaksikan pertandingan pembuka piala AFF antara tanah air tercinta kita, Indonesia melawan Malaysia. Pada awalnya, kami sudah kurang yakin karena Indonesia tertinggal lebih dahulu oleh Malaysia. Namun pada akhirnya, Indonesia menunjukkan semangat juang yang luar biasa sehinnga mereka mampu membalik keadaan bahkan membantai Malaysia dengan skor 5-1. Terinspirasi dari hal tersebut, Danang dan Soleman bersemangat untuk menyusun strategi demi final futsal putra besok. Setelah menguji beberapa teorema, menyusun beberapa algoritma, menghubungkan graf – graf, menghitung probabilitas mencetak gol, serta mencari vektor eigen yang tepat demi kelancaran serangan tim kita agar arahnya jelas, ^^ ditetapkan sudah bahwa kita memakai formasi 2-1-1 dengan Danang sebagai pemain belakang, Soleman sebagai pemain yang mobile membantu pertahanan dan penyerangan dan mempunyai misi khusus untuk menempel salah satu pemain kunci 2006, TEGUH. Kemudian diikuti oleh Faisal sebagai gelandang serang dan Agung yang merupakan striker tersubur kita (bukan golnya yang tersubur ya, tapi .....^^) menjadi striker tunggal. Disiapkan Sandy sebagai pelapis Soleman, serta Wiwit sebagai pelapis Kemal dan Hendy serta Alfian sebagai pelapis Faisal dan Agung.
Pertandingan Final futsal putra digelar hari Rabu, tanggal 2 Desember 2010 di MIPA’s Field Stadium pukul 15.00. Sore itu, penonton di stadium lebih banyak dari biasanya, sehingga jika kita aproksimasi mencapai 10.000 orang. Seperti biasa, sebelum pertandingan, kami berkumpul untuk berdoa bersama demi mendapatkan hasil yang terbaik.
Kick Off pun dimulai. Atmosfer pertandingan yang cukup panas sangat terasa hingga ke bangku penonton. Tensi yang tinggi sering menimbulkan pertarungan fisik (body attack). Sorak – sorai penonton menambah ramai pertandingan final tersebut. Kedua tim silih berganti melakukan serangan. Angkatan 2009 yang mengandalkan umpan – umpan panjang sering merepotkan barisan pertahanan 2006. Puncaknya sepakan indah Anton yang masih membentur mistar gawang serta beberapa peluang lainnya yang membuat Ka Rendy’06 jatuh bangun menyelamatkan gawangnya. Angkatan 2006 juga tak mau kalah, serangan – serangan mereka sering menusuk ke jantung pertahanan 2009. Para pendukung 2009 pun sering menghela napas tiap 2006 memperoleh peluang mencetak gol. Apalagi ketika ka Teguh’06 melakukan sepakan jarak jauh yang hampir membobol gawang Kemal’09. Namun untungnya, dewi fortuna masih berpihak pada tim kami karena sepakannya masih membentur mistar. Babak pertama pun berakhir dengan skor 0-0.
Pada masa jeda, kami banyak mendapat masukan dari pelatih kita asal Cina, Andrew Bo Neng. Setelah masa jeda selesai, babak kedua pun dimulai. Tensi pertandingan masih belum turun. Kedua tim masih saling serang demi mendapat kemenangan. Kali ini, Ka Rendy’06 benar – benar harus jatuh bangun hingga kacamatanya hampir terinjak saat enyelamatkan bolanya. Namun hingga babak kedua berakhir skor 0-0 tetap bertahan sehingga diperlukan babak tambahan.
Pada babak tambahan, Kemal’09 minta digantikan oleh Wiwit’09 sebagai penjaga gawang. Hasilnya pun tidak sia – sia, pada awal babak tambahan pertama, Wiwit mengirimkan lemparan jauh ke depan untuk diberikan kepada Agung. Lemparan yang diberikan oleh Wiwit pada akhirnya mampu disontek dengan manis oleh Agung melaui celah sempit setelah melewati penjagaan ketat pemain belakang 2006. Ka Rendy’06 selaku penjaga gawang 2006 pun tidak menyangka akan terjadi gol melalui sudut sempit tersebut ( pojok kanan gawang) sehingga ia hanya terpaku saat bola masuk ke gawangnya. Angkatan 2006 yang tidak terima akan gol itu, langsung meningkatkan serangan. Namun usaha mereka, masih belum menemui hasil hingga babak tambahan pertama usai.
Pada babak tambahan kedua, pertahanan 2006 kembali lengah sehingga 2009 mampu menambah keunggulannya melalui Faisal dengan sundulan kepalanya. Sorak sorai pendukung 2009 pun meluap karena dengan keunggulan ini mereka semakin yakin bahwa kemenangan sudah ada di depan mata mereka. Tak lama kemudian peluit panjang tanda pertandingan berakhir pun dibunyikan. Dengan ini, gelar juara futsal putra 2009 jatuh ke tangan 2009. Semua pemain 2009 melompat kegirangan. Para pendukung pun ikut bangga atas keberhasilannya ini. Target prestisius yang kita nantika itu kini telah berhasil kita dapatkan. Puji syukur kepada Allah yang telah memberikan kami kemenangan serta teman – teman yang telah membantu kami. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam meraih kesuksesan ini.
Rasa bahagia pun menyelimuti hati – hati kami. Kekecewaan kami terhadap kontingen – kontingen kami pada cabang yang lain tertutupi oleh kesuksesan ini. Malam harinya, kami berpesta di basecamp, SAWIT, yang kebetulan pemilik basecamp-nya juga sedang mengadakan acara besar sehingga kita kecipratan untungnya.^^ Malam itu, kami sangat puas dan bangga atas penampilan kami di pertandingan final tadi. Kita mampu membuktikan bahwa kita mampu menjadi juara di matematika. Nah, sekarang giliran futsal putrinya nih,... Semoga futsal putrinya bisa juara juga sehingga kita bisa mmengawinkan gelar juara futsal putra dan putri alias double winner. Sukses terus ya friend!!!!

Rabu, 21 Juli 2010

25 Ribu Asteroid Baru Terlihat


WASHINGTON DC--MI: Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE), teleskop berteknologi mutakhir milik Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA), hampir menyelesaikan tugasnya memetakan angkasa melalui jutaan foto hasil jepretannya. Teleskop yang menggunakan teknologi infra merah tersebut berhasil menemukan puluhan ribu benda langit baru, termasuk asteroid dan komet yang sebelumnya tidak terdeteksi.

"Tujuan utama misi WISE adalah melakukan survei angkasa dengan menggunakan teknologi infra merah yang jauh lebih sensitif menangkap keberadaan benda-benda di luar angkasa. WISE sudah menunjukkan keberhasilannya," ungkap salah satu tim survei WISE Edward Wright dari Universitas California, Los Angeles, AS.

WISE di antaranya memetakan bahwa terdapat lebih dari 100 ribu asteroid di luar angkasa. Sebanyak 25 ribu di antaranya tidak pernah diketahui oleh para astronom sebelumnya karena tidak berhasil dideteksi sebelumnya.

Asteroid itu terletak di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter. Lintasan asteorid tersebut dapat dikatakan termasuk dekat dengan Bumi.

Selain asteroid tersebut, WISE juga berhasil mendeteksi kehadiran 90 benda langit dekat Bumi dan puluhan komet baru yang terletak jauh dari Bumi. "WISE telah menyelesaikan tur dunia melalui 1,3 juta fotonya meliputi seluruh langit," tegas Wright.

Teknologi infra merah yang digunakan WISE memungkinkan para astronom mendeteksi benda-benda langit yang terletak di belakangan debu tebal sekalipun. Hal tersebut karena teknologi infra merah menangkap pancaran panas dari benda-benda langit, tidak hanya menggunakan kemampuan visual secara kasat mata saja.

Rencananya, NASA akan menggabungkan seluruh foto hasil jepretan WISE setelah teleskop yang diluncurkan Desember 2009 tersebut menuntaskan tugasnya memetakan langit akhir pekan ini. WISE dibangun dengan nilai investasi US$320 juta atau sekitar Rp3,2 triliun.
Dikutip dari Media Indonesia.com