DAAN MOGOT, PEMUDA GIGIH PEJUANG INDONESIA

Daan Mogot, salah satu contoh pemuda yang dapat diteladani kisah perjuangannya demi tanah air Indonesia

REVIEW NOVEL HUJAN

Novel terbaru karangan Tere Liye berjudul Hujan yang menceritakan kehidupan seorang gadis bernama Lail, salah satu korban selamat dari bencana gunung meletus skala 8 VEI.

AYAT-AYAT CINTA 2

Sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazy, merupakan lanjutan dari Ayat-Ayat Cinta 1 yang mengkisahkan hidup seorang muslim Indonesia bernama Fahri.

REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU

Sebuah review novel karya Tere Liye. Novel yang mengisahkan jawaban atas pertanyaan berkecamuk milik Ray atas apa yang ia peroleh sepanjang hidupnya.

FT : SUNDERLAND VS MU 2-1

Bertandang ke Stadium of Light, MU justru kembali tersungkur. Perjalanan menembus empat besar pun kian sulit.

DILAN

Sebuah novel karya Pidi Baiq yang mengangkat kisah percintaan anak SMA. Ceritanya ringan dan menggemaskan.

FT : CHELSEA vs MU 1-1

Bertandang ke Stamford Bridge, MU harus puas berbagi angka. Sempat unggul melalui gol Jesse Lingard, gol Diego Costa pada menit ke-90 memupus harapan MU untuk membawa pulang poin penuh.

NEGERI DI UJUNG TANDUK

Sebuah review Novel karya Tere Liye : Negeri di Ujung Tanduk

Selasa, 29 Juli 2014

SELAMAT IDUL FITRI 1435 H


RAMADHAN MEMANG TELAH MENINGGALKAN KITA,
NAMUN BUKAN BERARTI KITA KEMBALI BERMALAS-MALASAN,
SAATNYA UNTUK MENUNJUKKAN KUALITAS,
MENGHADAPI RINTANGAN YANG SEBENARNYA,
KARENA RAMADHAN HANYALAH SEBAGAI BATU LONCATAN,
GUNA MENJADIKAN PRIBADI KITA JAUH LEBIH BAIK LAGI

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Sabtu, 17 Mei 2014

RESMI : PKS KOALISI DENGAN GERINDRA



Jakarta, 17 Mei 2014 – Pada hari ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara resmi mendeklarasikan diri untuk berkoalisi dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk mengusung Prabowo sebagai capres pada pilpres Juli 2014 mendatang. Deklarasi dilakukan di kantor DPP PKS yang berlokasi di daerah Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Para petinggi kedua partai hadir dalam acara tersebut, seperti Anis Mata, Ahmad Heryawan dan Hidayat Nur Wahid dari PKS serta Prabowo dan Fadly Zon dari Gerindra.

Saat menyampaikan sambutannya, Presiden PKS Anis Mata mengatakan bahwa keputusan yang diambil partainya saat ini merupakan keputusan yang telah dibicarakan melalui majelis syuro. Pembicaraan intensif dengan beberapa partai merupakan bahan pertimbangan yang diambil oleh majelis syuro hingga akhirnya PKS memutuskan arah koalisinya untuk berjuang bersama Gerindra dengan mengusung Prabowo sebagai capres.

Pihak Gerindra pun merasa bangga atas dukungan yang diberikan oleh PKS. Prabowo yang mewakili partainya mengatakan bahwa kader PKS adalah kader-kader yang cerdas dan militan. Kader PKS terdiri dari wajah-wajah muda yang bersemangat dan berwawasan kebangsaan cukup luas, sama halnya dengan Gerindra.  Prabowo juga melakukan sedikit guyonan dengan menyebut bahwa awalnya ia merasa takut dengan PKS karena terkenal dengan image partai Islam garis keras. Namun seiring kerjasama yang sudah cukup lama dibangun antara PKS dan Gerindra, ia semakin mengenal dan mengetahui PKS. Ia pun optimis dengan kerja sama yang akan dibangun saat ini, juga akan berlangsung dengan baik seperti yang pernah dilakukan, salah satunya saat pemenangan Pemilihan Gubernur Jawa Barat, Pilkada Bandung dan Garut.

Acara deklarasi ditutup dengan pembacaan doa dan serah terima kontrak koalisi PKS-Gerindra melalui sebuah piagam sebagai simbol kerja sama. Dengan demikian, saat ini Gerindra telah resmi melakukan koalisi dengan tiga partai, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan PKS. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada ketentuan pasti mengenai cawapres yang akan mendampingi Prabowo. Keputusan mengenai hal tersebut akan ditentukan melalui rapat koalisi yang akan diadakan dalam waktu dekat. 

Minggu, 11 Mei 2014

TUNTUT GANTI RUGI, WARGA CIPINANG MUARA LAKUKAN UNJUK RASA


Jakarta, 11 Mei 2014 – Pada minggu pagi, warga Cipinang Muara di sekitar wilayah KBT (Kanal Banjir Timur) melakukan unjuk rasa. Hal tersebut dilakukan untuk mengekspresikan kekecewaan warga terhadap Jokowi yang belum menepati janjinya kepada warga terkait ganti rugi tanah warga yang belum dipenuhi pasca pembangunan BKT. Beberapa spanduk bernada sindiran untuk Jokowi dibawa oleh warga dan diantaranya bertuliskan, ”ORA OPO-OPO NYAPRES, TAPI MUNDUR JADI GUBERNUR”, “KAMI TAK BUTUH PEMIMPIN BOHONG SEPERTI JOKOWI”, dan “TEGA TERLANTARKAN WARGA JAKARTA DEMI NYAPRES”. Selain itu, atribut ondel-ondel serta seekor kambing yang berpakaian batik ala jokowi pun ikut menghiasi unjuk rasa ini.
Menurut keterangan warga setempat, pasalnya telah ada perjanjian mengenai ganti rugi tanah warga yang saat ini telah berubah menjadi KBT. Perjanjian tersebut dapat dibuktikan melalui beberapa sertifikat bermaterai yang dibawa oleh warga. Dikatakan juga bahwa menurut perjanjian, tanah warga akan dibayarkan sekitar dua juta rupiah per meter namun hingga saat ini baru dibayarkan setengahnya. Sulitnya birokrasi serta adanya calo membuat warga sulit untuk menuntut kembali haknya kepada pihak terkait. Warga berharap agar Jokowi menepati janjinya untuk segera menuntaskan permasalahan ini meskipun saat ini sibuk nyapres.
            Unjuk rasa dilakukan warga dengan melakukan pawai melalui jalur sepeda yang terletak di sisi KBT. Unjuk rasa tersebut membuat beberapa pengguna jalan tertarik untuk melihatnya. Akan tetapi, unjuk rasa tersebut berlangsung dengan damai dan tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas di sekitarnya.

Minggu, 04 Mei 2014

TERKENA MUSIBAH KEBAKARAN, SMP 200 JAKARTA TETAP SIAP LAKSANAKAN UN SMP


Jakarta, 4 Mei 2014 - Musibah kebakaran menimpa SMPN 200 Jakarta pada Sabtu, 3 Mei 2014 sekitar pukul 17.00 WIB. Pemadam kebakaran yang hadir, mampu memadamkan api sekitar dua jam setelah kejadian berlangsung. Kebakaran ini diduga karena adanya hubungan arus pendek dari kelas Laboratorium. Akibatnya, sebagian kelas dari lantai satu hingga tiga ikut terbakar. Lantai satu merupakan lokasi yang paling parah berhubung kelas Laboratorium yang menjadi titik awal kebakaran berada di lantai ini. Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini. Akan tetapi, kejadian ini diperkirakan merugikan pihak sekolah hingga ratusan juta rupiah dan dikhawatirkan akan mengganggu persiapan sekolah untuk pelaksanaan UN SMP besok.

Meskipun SMP 200 baru saja tertimpa musibah, pihak sekolah tetap optimis bahwa persiapan dan pelaksanaan UN akan sukses sesuai dengan rencana. Pihak sekolah bergerak cepat dengan melakukan pembersihan pada Minggu pagi dibantu oleh sejumlah pasukan TNI dan Polisi. Nada optimis juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP 200 Jakarta, Ibu Endang Nurhayati. Beliau berkata, ”Kebetulan kita memiliki tim yang solid dan kompak luar biasa. Mereka bahkan mengatakan ‘api padam, semangat tetap menyala’. Saya justru berharap dengan adanya kejadian ini semangat makin berkobar, karena sebetulnya mereka sudah optimis, apapun yang terjadi kalian tetap semangat. InsyaAllah”.

Selain itu, pihak sekolah juga telah menyediakan ruangan alternatif untuk pelaksanaan UN esok hari. Ruangan tersebut berlokasi di SDN 01 yang terletak persis di sebelah SMP 200. Pihak SMP 200 dan SDN 01 sepakat akan menggunakan 14 ruangan. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, sempat berkunjung ke sekolah ini untuk meninjau persiapan UN yang dilakukan pihak sekolah. UN akan dilaksanakan mulai besok hingga tanggal 8 Mei 2014. Beliau pun juga aktif melakukan peninjauan di beberapa sekolah lainnya, salah satunya di SMP 45 Cengkareng, Jakarta. 

Sabtu, 19 April 2014

POROS BARU, TERWUJUDKAH?


Jakarta, 19 April 2014

Siang hari ini terdapat pembicaraan menarik yang diselenggarakan oleh Trijaya FM mengenai rencana koalisi partai-partai islam. Lokasi acara bertempat di Jl. Cikini I dengan tema 'Ragu-Ragu Poros Baru'. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan empat partai politik dan satu pengamat. Mereka-mereka yang hadir adalah Hidayat Nur Wahid (PKS), Drajat Wibowo (PAN), Marwan Jafar (PKB), Epyardi Asda (PPP) serta Hanta Yuda (Pol-Tracking Institute) yang bertugas sebagai pengamat pada acara tersebut.

Secara garis besar, acara ini membahas tentang peluang diadakannya koalisi antara partai-partai Islam. Masing-masing perwakilan partai, diberikan kesempatan untuk mengutarakan sikapnya mengenai peluang terjadinya koalisi ini ataupun koalisi terhadap partai lain. Mereka menilai bahwa apabila koalisi partai-partai Islam ini terwujud, akan membentuk sebuah kekuatan baru yang memberikan harapan untuk bisa lebih menampung aspirasi rakyat-rakyat Indonesia yang mayoritas muslim. 

Menurut Hanta Yuda, rencana koalisi partai Islam seperti ini sebenarnya sudah menjadi wacana sejak jauh-jauh hari. Misalnya pada pemilu 1999, koalisi partai Islam mengajukan Alm. Abdurrahman Wahid alias 'Gus Dur' bersama Amien Rais untuk menjadi presiden RI dan pada saat itu, 'Gus Dur' berhasil meraih kemenangan. Perbedaan terjadi pada pemilu 2009 dimana partai Islam koalisi dengan Demokrat dengan mengusung SBY. Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah, koalisi seperti apa yang akan diusung oleh partai Islam?

Berdasarkan hasil hitung cepat saat ini, tiga besar masih diduduki oleh PDI-P, Golkar, dan Gerindra dengan capresnya masing-masing adalah Jokowi, ARB, dan Prabowo. Apabila partai Islam ingin membentuk koalisi sendiri seperti yang direncanakan, mereka harus mengajukan tokoh yang kiranya mampu bersaing dengan Jokowi, ARB ataupun Prabowo. Melihat perbandingan suara yang diperoleh melalui pileg antara partai Islam dan Nasionalis persentasenya kurang lebih berkisar di angka 32% untuk partai Islam dan 68% untuk Nasionalis. Berdasarkan data tersebut, tentu akan menjadi hal yang menyulitkan untuk mewujudkan koalisi seperti ini. Masalah keuangan dan waktu yang sempit juga harus dipikirkan apabila rencana ini memang serius untuk diwujudkan.

Pada bagian akhir, Hanta Yuda mengatakan bahwa peluang untuk mewujudkan koalisi partai Islam untuk saat ini cukup sulit mengingat beberapa faktor yang telah disebutkan. Selain itu, beberapa partai politik yang hadir di sini juga telah memberikan sikap akan cenderung ke arah koalisi yang mana. Semua kemungkinan masih bisa terjadi dan setiap partai pasti akan tetap menjaga komunikasi dengan partai lain untuk masalah koalisi. Menarik untuk ditunggu apakah akan seperti tahun 1999 dimana partai Islam akan berkoalisi dan mengusung calon dari mereka sendiri atau akan berkoalisi dengan salah satu partai yang masuk tiga besar pada pileg 9 April lalu.

Sikap Partai Islam
Tidak hanya membahas kemungkinan diadakannya koalisi, beberapa partai juga menunjukkan sikapnya mengenai kemungkinan koalisi ke arah mana yang akan diambil. Seperti yang telah diketahui bahwa PPP telah merapat ke kubu Gerindra melalui Suryadharma Ali. Pewakilan PPP Epyardi Asda pun menegaskan hal tersebut. Menurut pemberitaan lebih lanjut, dikatakan bahwa saat ini internal PPP masih membahas tentang koalisinya dengan Gerindra. Adanya Rapimnas mendadak disinyalir untuk membahas masalah tersebut.

Partai yang hadir selanjutnya adalah PKB. Melihat komentarnya saat acara ini berlangsung, peluang untuk koalisi dengan partai Nasionalis sepertinya lebih besar. Untuk dua partai tersisa yakni PAN dan PKS masih fifty-fifty. Mereka masih melakukan komunikasi dengan banyak pihak terkait koalisi. PKS saat ini masih fokus pada perhitungan suara pileg yang masih berlangsung. Menurutnya, ada banyak hal yang harus diperhatikan saat proses perhitungan berlangsung termasuk kecurangan-kecurangan yang mungkin terjadi. Suara pileg nantinya juga akan menentukan peta koalisi selanjutnya. Sementara itu, PAN masih melihat peluang terbaik untuk bisa diajak koalisi dengan mengusung Hatta Rajasa sebagai cawapres.

Sabtu, 08 Maret 2014

9 Maret : Hari Musik Nasional

Tahukah anda bahwa setiap tanggal 9 Maret diperingati sebagai Hari Musik Nasional? Keputusan mengenai tanggal 9 Maret 2014 sebagai Hari Musik Nasional (HMN) dikeluarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keppres No 10 Tahun 2013. Adanya HMN disinyalir sebagai ajang untuk mengapresiasi karya-karya kreatif anak bangsa di bidang musik, sekaligus menunjukkan rasa bangga terhadap musik milik bangsa sendiri. Paling tidak, jangan biarkan musik asing  menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri.

Asal muasal mengenai tanggal 9 Maret yang ditetapkan sebagai HMN, pasalnya sudah ada sejak zaman Presiden Megawati. Menurut sumber dikatakan bahwa, Presiden Megawati telah mencanangkan tentang HMN di Istana Negara pada 10 Maret 2003 silam yang ditandai dengan  pemencetan tombol situs resmi Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI). Bedanya, Presiden Megawati tidak mengeluarkan Keppres terkait hal ini meskipun peringatan HMN pada tanggal 9 Maret tetap diperingati. Setiap peringatan biasanya akan ada penghargaan kepada insan musik baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sementara mengenai alasan dipilihnya tanggal 9 Maret sebagai HMN adalah karena pada tanggal tersebut sang pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, W.R. Supratman dilahirkan. Untuk mengetahui sejarahnya lebih lanjut, pembaca dapat membacanya di Sejarah Hari Musik Nasional.

Peringatan Hari Musik Nasional, Maret 2014
Untuk tahun ini, rencananya peringatan HMN akan diadakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Menurut Tantowi Yahya yang menjabat sebagai ketua PAPPRI (pada sumber lain dikatakan PARPRI, namun memiliki arti yang sama dengan yang telah dijelaskan sebelumnya), acara peringatan HMN dilaksanakan pada tanggal 8-9 Maret 2014 yang berisi lomba-lomba lagu daerah dan musik tradisi yang ada di anjungan 34 provinsi.  Bagi pembaca yang ingin mengisi weekend dengan liburan, tidak ada salahnya untuk mengunjungi wisata yang satu ini. Selain unik, kita juga bisa belajar banyak tentang musik dan budaya bangsa kita sendiri. Selain itu, Tantowi Yahya juga mengatakan bahwa ia telah mengirimkan pemberitahuan kepada radio-radio dan televisi swasta di Indonesia untuk khusus memutarkan lagu-lagu Indonesia saja selama peringatan berlangsung. Katanya, biarkan musik Indonesia menjadi raja di negeri sendiri.

Jumat, 31 Januari 2014

The Impossible (Review)



Salah satu film bertemakan disaster atau bencana yang menurut saya cukup bagus untuk dilihat adalah 'The Impossible'. Film ini diangkat dari true story yang menceritakan tentang perjuangan sebuah keluarga korban tsunami di kawasan Asia Tenggara, 26 Desember 2004. Mereka harus terpisah selama beberapa hari sebelum akhirnya kembali dipertemukan di sebuah rumah sakit. Cerita ini dimulai dari pasangan suami istri, yakni Maria dan Henry beserta ketiga anaknya, Lucas, Thomas dan Simon yang sedang mengadakan liburan ke salah satu pantai yang berada di Thailand. Di sana mereka merayakan natal serta bermain-main di sekitar wilayah pantai dan penginapan. Pada tanggal 26 Desember 2004, keluarga tersebut sedang bermain di kolam renang tempat mereka menginap. Keluarga tersebut dan orang-orang di sekitar mereka tiba-tiba merasakan getaran dan suara gemuruh yang semakin mendekat ke arah mereka. Tanpa ada yang menyadari, gelombang air atau yang lebih dikenal sebagai gelombang tsunami langsung menuju ke arah mereka dengan kecepatan tinggi. Mereka pun tersapu oleh gelombang tsunami dengan sangat cepat. Maria dan Henry beserta ketiga anaknya pun tak luput dari bencana ini.

Cerita dilanjutkan mengenai perjuangan Maria dan Henry beserta keluarganya untuk bertahan hidup. Mereka terpisah satu sama lain akibat terjangan tsunami yang baru saja melanda. Maria hanya mampu menemukan salah satu anaknya (Lucas) ketika berusaha berenang menuju tempat yang lebih tinggi. Maria yang mengalami luka parah, berjuang bersama Lucas menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Di tempat lain, Henry selamat bersama kedua anaknya yang lain. Akan tetapi, Henry mencemaskan Maria dan Lucas yang ia pun tak tahu kabarnya. Henry pun berjuang untuk menemukan mereka dengan mengunjungi beberapa tempat pengungsian serta melihat beberapa korban yang tergeletak di tempat kejadian bencana. Setelah mencari ke banyak tempat, akhirnya Henry berhasil menemukan Maria dan Lucas di salah satu rumah sakit. Bagian tersebut merupakan bagian yang paling menyentuh untuk disimak.

Secara keseluruhan, film ini sangat bagus untuk dilihat. Film ini menggambarkan situasi yang terjadi ketika bencana tsunami melanda kawasan Asia Tenggara 2004 lalu sehingga membuat kita tahu seperti apa kedahsyatan tsunami, perasaan para korban, perjuangan para korban untuk bisa selamat dan bagaimana rasanya berkumpul kembali dengan keluarga serta kepedulian terhadap sesama. Nilai moral tinggi juga ditunjukkan pada film ini ketika Maria menyuruh anaknya (Lucas) untuk mencoba menolong orang lain meskipun keadaan mereka sendiri sedang terdesak. Secara keseluruhan, saya memberi nilai 8.5/10 untuk film ini. Kalo dilihat dari rating IMDB, film ini mencapai rating 7.6/10. Pokoknya recomended lah ini film. Oke, sekian review dari saya mengenai film ini. Semoga bermanfaat!